Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 26 Mei 2026
Bisa Jadi Racun, 3 Efek Samping Kelebihan Zat Besi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Apapun yang dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan masalah pada tubuh, termasuk nutrisi yang kita anggap penting sekalipun. Salah satu contohnya adalah zat besi, mineral penting yang dibutuhkan untuk fungsi kekebalan tubuh dan mencegah anemia.
Banyak orang memang mengalami kekurangan zat besi, terutama perempuan, yang menyebabkan mereka mengalami anemia. Selain dapat menyebabkan seseorang mudah lelah, kekurangan zat besi, terutama pada perempuan hamil, dapat membahayakan kesehatan si janin, lho.
Ya, zat besi memang penting. Meski begitu, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Karena konsumsi zat besi yang berlebihan dapat mengakibatkan efek samping pada kesehatan.
Hari Lakshmi, konsultan ahli diet dan ahli gizi dari Motherhood Hospital, Alwarpet, Chennai, menjelaskan bahwa zat besi bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.
"Faktanya, saluran pencernaan mengatur dengan ketat jumlah zat besi yang diserap, karena penyerapan zat besi yang berlebihan bisa menjadi racun," katanya.
Jadi, inilah tiga hal yang akan terjadi pada tubuh Anda jika kelebihan zat besi, seperti dilansir dari Healthshots.
1. Toksisitas zat besi
Ketika Anda mengonsumsi suplemen zat besi dosis tinggi untuk jangka waktu yang lama, Anda bisa mengalami keracunan zat besi. Gejalanya antara lain mual, sakit perut, muntah, dan diare.
Kelebihan zat besi yang terakumulasi dari waktu ke waktu di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ seperti hati dan otak. Dalam hal ini, Anda membutuhkan penanganan medis yang segera.
2. Hemokromatosis herediter
Ini adalah kelainan genetik di mana tubuh menyerap terlalu banyak zat besi yang mengakibatkan kelebihan zat besi.
“Orang dengan kondisi ini harus sangat berhati-hati dengan asupan zat besi mereka karena dapat memiliki beberapa efek kesehatan yang serius. Penumpukan zat besi di hati dapat menyebabkan sirosis, dan jika disimpan di pankreas dapat menyebabkan diabetes juga,” kata Lakshmi.
Jika Anda memiliki kondisi ini, kurangi asupan makanan sumber zat besi, dan juga hindari mengombinasikan makanan tinggi vitamin C dengan makanan kaya zat besi. Jika tidak diobati, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit seperti radang sendi, masalah hati, kanker, dan masalah jantung.
3. Infeksi
Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kelebihan zat besi dalam tubuh juga bisa membuat Anda rentan terhadap infeksi bakteri. Oleh karena itu, pasien yang memiliki risiko tinggi terkena infeksi harus mengontrol dan mengatur asupan zat besinya.
Konsumsi zat besi yang berlebihan tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, jadi berhati-hatilah dan konsumsilah dalam jumlah cukup, ya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2175 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2024 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1501 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1387 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli