Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bisa Jadi Racun, 3 Efek Samping Kelebihan Zat Besi

Kamis, 31 Maret 2022, 10:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/suara.com/Bisa Jadi Racun, 3 Efek Samping Kelebihan Zat Besi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Apapun yang dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan masalah pada tubuh, termasuk nutrisi yang kita anggap penting sekalipun. Salah satu contohnya adalah zat besi, mineral penting yang dibutuhkan untuk fungsi kekebalan tubuh dan mencegah anemia.

Banyak orang memang mengalami kekurangan zat besi, terutama perempuan, yang menyebabkan mereka mengalami anemia. Selain dapat menyebabkan seseorang mudah lelah, kekurangan zat besi, terutama pada perempuan hamil, dapat membahayakan kesehatan si janin, lho.

Ya, zat besi memang penting. Meski begitu, bukan berarti Anda boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Karena konsumsi zat besi yang berlebihan dapat mengakibatkan efek samping pada kesehatan.

Hari Lakshmi, konsultan ahli diet dan ahli gizi dari Motherhood Hospital, Alwarpet, Chennai, menjelaskan bahwa zat besi bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.

"Faktanya, saluran pencernaan mengatur dengan ketat jumlah zat besi yang diserap, karena penyerapan zat besi yang berlebihan bisa menjadi racun," katanya.

Jadi, inilah tiga hal yang akan terjadi pada tubuh Anda jika kelebihan zat besi, seperti dilansir dari Healthshots.

1. Toksisitas zat besi

Ketika Anda mengonsumsi suplemen zat besi dosis tinggi untuk jangka waktu yang lama, Anda bisa mengalami keracunan zat besi. Gejalanya antara lain mual, sakit perut, muntah, dan diare.

 

Kelebihan zat besi yang terakumulasi dari waktu ke waktu di dalam tubuh juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ seperti hati dan otak. Dalam hal ini, Anda membutuhkan penanganan medis yang segera.

2. Hemokromatosis herediter

Ini adalah kelainan genetik di mana tubuh menyerap terlalu banyak zat besi yang mengakibatkan kelebihan zat besi.

“Orang dengan kondisi ini harus sangat berhati-hati dengan asupan zat besi mereka karena dapat memiliki beberapa efek kesehatan yang serius. Penumpukan zat besi di hati dapat menyebabkan sirosis, dan jika disimpan di pankreas dapat menyebabkan diabetes juga,” kata Lakshmi.

Jika Anda memiliki kondisi ini, kurangi asupan makanan sumber zat besi, dan juga hindari mengombinasikan makanan tinggi vitamin C dengan makanan kaya zat besi. Jika tidak diobati, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit seperti radang sendi, masalah hati, kanker, dan masalah jantung.

3. Infeksi

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa kelebihan zat besi dalam tubuh juga bisa membuat Anda rentan terhadap infeksi bakteri. Oleh karena itu, pasien yang memiliki risiko tinggi terkena infeksi harus mengontrol dan mengatur asupan zat besinya.

Konsumsi zat besi yang berlebihan tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, jadi berhati-hatilah dan konsumsilah dalam jumlah cukup, ya.(sumber: suara.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami