Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ratha Yatra Krishna Balaram Ashram, Denpasar: Momen Spiritual Bagi Setiap Orang

Selasa, 21 Juli 2026, 16:56 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist/Ratha Yatra Krishna Balaram Ashram, Denpasar: Momen Spiritual Bagi Setiap Orang

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Perayaan kereta suci Jagannatha Ratha Yatra 2026 di Griya Agung Krishna Balaram Ashram, Denpasar, kembali dirayakan secara meriah tahun ini. Festival Hindu ini tampil unik berkat harmoni estetika budaya lokal Bali yang melebur dengan tradisi Veda kuno, menciptakan ajang akulturasi seni, musik, hingga ragam kuliner.

Perpaduan tradisi Ratha Yatra ini sejatinya merupakan amanat historis. Saat mengunjungi berbagai pura besar di Bali pada 2006 silam, Raja Jagannatha Puri, Yang Mulia Sri Gajapati Dibya Singh Dev Maharaja, secara khusus berpesan agar Ratha Yatra di pulau dewata senantiasa memadukan keindahan budaya Bali. Bagi beliau, segala wujud keindahan di dunia adalah refleksi dari keindahan Tuhan Yang Maha Menarik.

“Karena itu, Ratha Yatra selalu dilaksanakan dengan memadukan unsur kebudayaan lokal,” ujar ketua panitia, Wayan Minggu.

Keunikan lain yang tak kalah memikat terletak pada tradisi kuliner. Dalam Ratha Yatra, umat Hindu mempersembahkan patram (daun), puspam (bunga), phalam (buah), dan toyam (air) sebagai wujud kesucian bhakti. 

Oleh karena itu, seluruh makanan yang dihaturkan dan kemudian dibagikan kepada ribuan pengunjung merupakan hidangan murni vegetarian (prasadam). Olahan pangan berbasis nabati ini disajikan dengan sentuhan bumbu khas Bali yang menggugah selera sekaligus membawa pesan kedamaian serta kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup.

Festival ini juga dikenal sangat inklusif. Di luar ritual keagamaan, Ratha Yatra membuka ruang perlindungan spiritual bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial.

Sulinggih pemimpin upacara, Ida Dewa Agung Waisnawa Pandita Damodara Pandit Dasa (Guru Pandita), menegaskan pesan mendalam mengenai dimensi humanis dan personal dalam perayaan ini.

“Ratha Yatra ini terbuka untuk siapa saja yang rindu datang kepada Tuhan. Dalam kehidupan yang penuh dengan berbagai masalah ini, orang memerlukan tempat untuk berlindung, curhat, dan mengungkapkan isi hati. Tuhan adalah sahabat yang paling terkasih. Curahkanlah isi hati kita kepada Tuhan. Apa pun permasalahan hidup kita, mengadulah kepada Tuhan. Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik. Beliau adalah Ayah dan sahabat yang sejati bagi semua makhluk hidup,” pesan Guru Pandita.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami