Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Puasa Ramadan Bermanfaat Bagi Penderita Diabetes
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Puasa Ramadan menjadi kewajiban bagi umat muslim, terutama yang telah dewasa dan juga mampu. Puasa sendiri telah diketahui punya banyak manfaat kesehatan bagi mereka yang menjelankannya, termasuk untuk penderita diabetes.
Meski demikian, sebelum melakukan puasa, penting bagi penderita diabetes untuk memeriksakan diri ke dokter. Nantinya dokter akan menilai kondisi tubuh, apakah berisiko ringan, sedang atau tinggi untuk berpuasa mengingat ada risiko yang bisa dialami saat berpuasa pada pasien Diabetes.
Namun jika pasien diabetes yang sudah terkontrol dengan baik, punya rekam jejak bagus, obat-obatan disiplin, juga pola makan dengan teratur, menjalankan puasa dengan benar justru akan membawa manfaat.
"Karena puasa itu akan melatih kedisiplinan dan mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Kolesterol akan terjaga dengan baik, kondisi berat badan tetap stabil dan bahkan bisa meurunkann berat badan bagi yg masih overweight atau obesitas dan akan mendapatkan kontrol gula darah yang lebih baik lagi," ujar Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya, dokter Reinaldo Alexander Sp.PD, dalam keterangannya, Kamis. (31/3/2022).
Ia menjelaskan, untuk pasien diabetes di saat bulan Ramadan yang ingin melakukan aktivitas berolahraga sebaiknya hindari kegiatan fisik yang berat. Karena akan beresiko meningkatkan gula darah yang turun drastis.
Namun di lain sisi untuk pasien diabetes dianjurkan agar tetap melakukan aktivitas fisik sehari-hari yang memang biasa dilakukan saat bekerja di kantor seperti naik-turun tangga. Kegiatan pergi sholat Tarawih di malam hari bisa dianggap sebagai olahraga jg bagi pasien diabetes di bulan puasa.
"Pada saat sahur usahakan tubuh anda mendapatkan asupan dengan serat yang tinggi karena dapat menahan rasa lapar yang lebih lama. Dan umumnya pada saat sahur orang tidak dapat mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak karena saat malam sebelumnya kondisi perut sudah terisi. Untuk itu fokuskan dengan asupan yang berserat tinggi misalnya sayur, gandum, kacang2an dan hindari karbohidrat simple, yaitu gula pasir, sirup, kue yang manis," ujar dokter Reinaldo.
Terakhir adalah himbauan untuk membatalkan atau menghentikan puasa bila tubuh muncul gejala dan ketika diperiksa kadar gula di bawah 70 mg/dL atau lebih tinggi dari 300 mg/dL.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan