Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 20 Juli 2026
Kelompok Gamelan Bali Rayakan 20 Tahun di Amerika Serikat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Negara Bagian Montana, Amerika Serikat (AS), menggelar 20 tahun peringatan kelahiran kelompok gamelan Bali. Peringatan itu ditandai dengan “World Rhythm Concert: 20th Anniversary Celebration of Balinese Gamelan” di Universitas Montana di Missoula, Montana, AS, Ahad (3/4) malam.
Malam itu, warga asli AS tampak memakai pakaian khas Indonesia. Mereka juga unjuk kebolehan memainkan seni musik Indonesia. Acara tersebut dihadiri setidaknya oleh seratus pengunjung warga lokal Montana.
“KJRI San Francisco sangat mengapresiasi dan kagum kepada warga Amerika Serikat yang dengan pakaian tradisional Indonesia yang dikenakan secara sempurna," kata Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI San Francisco, Mahmudin Nur Al-Gozaly yang malam itu hadir memberikan sambutan.
Keterangan tertulis yang diterima Diplomasi Republika, Selasa (5/4) menyebutkan, puluhan warga AS dan diaspora Indonesia yang tergabung dalam komunitas gamelan Jaya Budaya dan Manik Harum tampil memeriahkan acara tersebut.
Mereka terdiri dari beragam profesi, mulai dari dosen, pengajar, mahasiswa hingga pengusaha lokal AS yang telah lama bergabung dalam komunitas gamelan Bali di Negara Bagian Montana.
Ada juga I Made Lasmawan, seorang seniman Bali yang telah tinggal sekitar 40 tahun di AS. Ia mendedikasikan dirinya pada dunia gamelan, memimpin tampilan gamelan dengan iringan musik yang memukau para hadirin.
Tidak kalah menarik pula, I Gede Oka Artha Negara – penari profesional asal Santa Cruz, California. menampilkan tarian di antaranya Jauk Manis yang mengisahkan seorang Raja dengan karakter tegas namun lembut untuk memberikan pesan kepemimpinan yang berwibawa, bijaksana, dan mengayomi rakyatnya.
Robert LedBetter adalah guru besar Universitas Montana yang juga ikut tampil dalam grup gamelan malam itu. Menurutnya, partisipasi warga AS dalam perayaan gamelan Bali kali ini menjadi daya tarik tersendiri terutama bagi warga Montana.
Kesan mendalam juga diungkap Dorothy Morisson, seorang duta budaya dari Kota Missoula. Ia memimpin grup gamelan Manik Harum.
Mereka semua telah mempelajari berbagai kesenian tradisional Indonesia bahkan terlihat piawai dalam memerankan tarian dan gamelan Bali. Pertunjukan seni dan budaya seperti ini menjadi media yang penting untuk menyampaikan pesan positif mengenai identitas bangsa Indonesia yang multikultural termasuk melestarikan keluhuran warisan budaya Indonesia.
Seperti halnya di AS yang mengenal “Unity in Diversity”, Indonesia juga memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Semboyan itu menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman dan berbagai perbedaan yang ada, sebagai nilai falsafah hidup yang telah lama mengakar di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Sebagai bentuk apresiasi, KJRI San Francisco menyerahkan piagam penghargaan kepada para seniman dan pemain gamelan. Hal tersebut sebagai tanda terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi dan sumbangsih yang mereka lakukan selama puluhan tahun agar terus meningkatkan citra positif Indonesia melalui diplomasi budaya di negeri Paman Sam, terutama Negara Bagian Montana. (Sumber: Republika.co.id)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3739 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1418 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1359 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1295 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1278 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun