Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 20 Juli 2026
Mengenal Tradisi Penampahan di Lombok Sambut Puasa
BERITABALI.COM, NTB.
Masyarakat Lombok memiliki tradisi tersendiri bahkan unik menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Pada H-1 datangnya bulan Ramadhan, oleh masyarakat Lombok menyebutnya sebagai Tradisi Penampahan. Tradisi tersebut ditandai dengan prosesi mandi safar atau mandi besar atau mandi junub. Ini sebagai perantara untuk membersihkan diri baik secara lahir maupun batin.
Dalam tradisi ini masyarakat Lombok juga menyebutnya “Bebersinan”. Terdapat beragam versi dari warga yang melakukan hal ini. Sebagian warga juga melakukan prosesi mandi di rumah mereka masing-masing.
Sebagian warga memilih mandi besar di danau atau sendang sebagaimana banyak dijumpai di sejumlah air terjun terkenal di Lombok seperti Air Terjun Kembang Kuning (Otak Kokok), Air Terjun Sendang Gile di Lombok Utara atau di Taman Raja Kolam Air Awet Muda, Narmada, hingga di pemandian Sesaot Lombok Barat.
Ada juga warga Lombok yang melakukan prosesi penampahan ini dengan mandi di pantai baru, membilasnya dengan air tawar. Mandi di pantai diyakini sebagai cara untuk meluruhkan segala jenis kesalahan dan dosa.
Laut lepas nan luas juga dipercaya bisa menghanyutkan semua keburukan yang ada dalam diri seseorang. Setelah mandi di pantai, mereka akan melanjutkan dengan mandi dengan air tawar. Tujuannya untuk mensucikan diri sebelum masuk ke bulan Ramadhan.
Tradisi Lombok lainnya dalam menyongsong Ramadhan adalah umat Islam di Lombok akan melakukan ziarah kubur ke makam keluarga yang sudah meninggal.
Selain itu tak lupa juga berziarah ke makam alim-ulama atau tokoh agama yang disegani, msalnya Makam Loang Baloq, Makam Batu Layar, Makam Tuan Guru Saleh Hambali (Bengkel, Lombok Barat) atau Makam Ketaq (Tuan Guru Lopan) di Lombok Tengah.
Umat Islam di Lombok juga akan melakukan aksi saling memaafkan dengan keluarga, kerabat dan tetangga. Ini bertujuan untuk melebur kesalahan sebelum memasuki bulan puasa.
Setelah acara ziarah dan bermaaf-maafan ini selesai, umat Islam di Pulau Lombok akan mengadakan pengajian atau dzikir bersama.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3739 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1418 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1359 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1295 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1278 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun