Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 18 Juli 2026
Warga Jembrana Temukan Granat Aktif dan 2 Peluru di Pot Bonsai
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Warga Desa Yeh Embang Kauh Kecamatan Mendoyo, Jembrana dihebohkan dengan penemuan sebuah granat dan dua butir peluru di dalam pot tanaman bonsai penjual bunga dan pot di Banjar Bale Agung Jumat (08/04/2022) sekitar pukul 22.30 WITA.
Dari informasi di lokasi, granat yang diduga masih aktif itu ditemukan oleh penjual pot dan bunga hias. Penemuan benda itu berawal dari pemilik usaha memindahkan tanaman bonsai dari pot ember plastik ke pot yang terbuat dari beton.
Saat tanah bonsai tersebut dibongkar, ditemukan granat nanas. Lantas berselang tidak lama, ditemukan juga dua butir peluru.
Agar tidak membahayakan orang lain, kemudian temuan granat dan peluru dilaporkan ke polisi. Kemudian Polres Jembrana bersama Brimob Gilimanuk mendatangi lokasi temuan granat kemudian langsung memasang police line. Granat dan peluru itu diamankan ke Mako Brimob untuk pemeriksaan.
Sementara Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana saat dikonfirmasi Sabtu (9/04/2022) dikonfirmasi membenarkan temuan tersebut, dan temuan granat ini.
"Kita sudah serahkan barang bukti granat dan peluru ke Brimob untuk dilakukan pemeriksaan," jelasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3722 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1399 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1337 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1262 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1100 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun