Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Dishub Badung Klaim Kekurangan Personel, Penanganan Kemacetan Diprioritaskan di Titik Rawan
beritabali/ist/Dishub Badung Klaim Kekurangan Personel, Penanganan Kemacetan Diprioritaskan di Titik Rawan.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mengakui masih mengalami kekurangan personel di lapangan untuk menangani kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan. Kondisi ini menjadi tantangan mengingat Badung merupakan pusat pariwisata Bali dengan mobilitas kendaraan yang tinggi setiap harinya.
Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi, mengatakan secara keseluruhan Dishub Badung memiliki sekitar 300 personel. Namun, tidak seluruhnya bertugas langsung di lapangan karena sebagian menjalankan fungsi administrasi maupun tugas lainnya.
"Sebenarnya kami memiliki 300 personel hanya saja tidak semua di lapangan," ucapnya, Jumat (17/07/2026).
Ia menjelaskan, personel yang aktif bertugas di lapangan saat ini hanya sekitar 160 orang yang tersebar di dua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), yakni Badung Selatan dan Badung Utara.
Menurutnya, UPTD Badung Selatan memiliki sekitar 90 personel lapangan, sedangkan UPTD Badung Utara sebanyak 70 personel. Jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di berbagai titik.
"Bergerak di lapangan adalah UPTD. Untuk di Badung selatan yang dilapangan ada sebanyak 90 personel. Sementara untuk UPTD Badung Utara sebanyak 70, itu sebenarnya masih kurang," terangnya.
Rahmadi mengungkapkan, hingga kini belum ada angka pasti mengenai kebutuhan ideal personel karena masih memerlukan kajian lebih lanjut. Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan jumlah petugas yang ada belum mampu menjangkau seluruh titik rawan kemacetan.
"Kalau kita lihat di lapangan itu masih kurang. Maka kita tugaskan pada yang kita anggap prioritas saja," ujarnya.
Ia menambahkan, saat memasuki hari raya besar maupun momen tertentu yang memicu lonjakan kendaraan, seluruh personel lapangan dimaksimalkan tanpa menerapkan sistem pergantian sif agar pengaturan lalu lintas tetap berjalan optimal.
"Kita sangat butuh personel di lapangan. Semoga nanti dapat personel untuk di Dishub," cetusnya.
Selain mengoptimalkan personel, Dishub Badung juga terus menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, terutama di kawasan Badung Selatan dan Canggu yang selama ini menjadi titik kemacetan.
"Jadi proses rekayasa lalu lintas baik di Badung Selatan dan di Canggu masih dimaksimalkan semoga itu juga menjadi solusi terbaik," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5747 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan