Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 18 Juli 2026
Dishub Badung Klaim Kekurangan Personel, Penanganan Kemacetan Diprioritaskan di Titik Rawan
beritabali/ist/Dishub Badung Klaim Kekurangan Personel, Penanganan Kemacetan Diprioritaskan di Titik Rawan.
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mengakui masih mengalami kekurangan personel di lapangan untuk menangani kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan. Kondisi ini menjadi tantangan mengingat Badung merupakan pusat pariwisata Bali dengan mobilitas kendaraan yang tinggi setiap harinya.
Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi, mengatakan secara keseluruhan Dishub Badung memiliki sekitar 300 personel. Namun, tidak seluruhnya bertugas langsung di lapangan karena sebagian menjalankan fungsi administrasi maupun tugas lainnya.
"Sebenarnya kami memiliki 300 personel hanya saja tidak semua di lapangan," ucapnya, Jumat (17/07/2026).
Ia menjelaskan, personel yang aktif bertugas di lapangan saat ini hanya sekitar 160 orang yang tersebar di dua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), yakni Badung Selatan dan Badung Utara.
Menurutnya, UPTD Badung Selatan memiliki sekitar 90 personel lapangan, sedangkan UPTD Badung Utara sebanyak 70 personel. Jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di berbagai titik.
"Bergerak di lapangan adalah UPTD. Untuk di Badung selatan yang dilapangan ada sebanyak 90 personel. Sementara untuk UPTD Badung Utara sebanyak 70, itu sebenarnya masih kurang," terangnya.
Rahmadi mengungkapkan, hingga kini belum ada angka pasti mengenai kebutuhan ideal personel karena masih memerlukan kajian lebih lanjut. Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan jumlah petugas yang ada belum mampu menjangkau seluruh titik rawan kemacetan.
"Kalau kita lihat di lapangan itu masih kurang. Maka kita tugaskan pada yang kita anggap prioritas saja," ujarnya.
Ia menambahkan, saat memasuki hari raya besar maupun momen tertentu yang memicu lonjakan kendaraan, seluruh personel lapangan dimaksimalkan tanpa menerapkan sistem pergantian sif agar pengaturan lalu lintas tetap berjalan optimal.
"Kita sangat butuh personel di lapangan. Semoga nanti dapat personel untuk di Dishub," cetusnya.
Selain mengoptimalkan personel, Dishub Badung juga terus menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, terutama di kawasan Badung Selatan dan Canggu yang selama ini menjadi titik kemacetan.
"Jadi proses rekayasa lalu lintas baik di Badung Selatan dan di Canggu masih dimaksimalkan semoga itu juga menjadi solusi terbaik," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3715 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1395 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1332 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1261 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1099 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun