Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Ayam Betutu, Sajian Khas Bali yang cocok untuk Buka Bersama
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kegiatan buka bersama adalah hal yang sering dilakukan saat bulan puasa Ramadhan. Biasanya terdapat makanan berat sebagai hidangan utama untuk disantap bersama-sama. Nah Ayam Betutu adalah salah satu sajian Khas Bali yang cocok untuk Buka Bersama.
Makanan ini dapat ditemukan di hampir semua rumah makan di Bali. Melalui campuran bumbu yang khas bali, makanan ini memiliki rasa guruh yang amat kuat. tidak lengkap rasanya jika belum mencoba sajian ini di Bali.
Bahan yang diperlukan untuk membuat ayam betutu terdiri dari satu ekor ayam atau bebek yang sudah dibersihkan bagian dalamnya. untuk bumbu ada bumbu genep, bumbu wewangenan, garam, dan minyak kelapa.
Bumbu genep merupakan bumbu khas Bali yang terdiri dari bawang merah, kencur, kemiri, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe, laos, cabai rawit, serai, gula merah, terasi, daun limau, daun salam, dan minyak kelapa. Sedangkan bumbu wewangenan terdiri dari merica hitam, merica putih, cengkih, pala, tabia bun, ketumbar, kemiri, kemenyan, jangu, bangle, dan kuli jeruk purut
Dengan segala macam bumbu yang ada, makanan ini memberi rasa yang unik dan berbeda dari yang lain. Dalam keseharian Ayam Betutu juga kerap disajikan saat hari raya atau upacara adat masyarakat Bali.
Oleh karena itu selama bulan puasa Ayam Betutu bisa jadi pilihan sajian khas Bali yang cocok untuk Buka Bersama.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3650 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1315 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1059 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun