Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Prodi Spesialis Psikiatri FK Unud Gelar Kuliah Internasional Bahas Rahasia Mimpi dan Kesehatan Mental
beritabali/ist/Prodi Spesialis Psikiatri FK Unud Gelar Kuliah Internasional Bahas Rahasia Mimpi dan Kesehatan Mental.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Program Studi Spesialis Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) menyelenggarakan kuliah pakar internasional bertajuk "Neurobiology of Dreams" pada Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini mengupas mekanisme biologis dan sistem saraf yang bekerja saat manusia bermimpi serta kaitannya dengan kesehatan mental dan gangguan tidur.
Guest Lecture tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan pusat kegiatan di Ballroom Hotel Prime Plaza Sanur, Bali, dan diikuti secara daring oleh akademisi, dokter residen, serta praktisi kesehatan mental dari berbagai daerah.
Kegiatan ilmiah ini dibuka oleh Koordinator Program Studi Psikiatri Universitas Udayana, Prof. Dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, dr., Sp.K.J., Subsp.K.(K), MARS. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pemahaman mengenai neurobiologi mimpi sebagai bagian dari perkembangan ilmu psikiatri modern sekaligus memperkuat kualitas pendidikan kedokteran jiwa di Indonesia.
"Kolaborasi internasional seperti ini sangat penting untuk memperluas cakrawala akademik kita. Memahami apa yang terjadi pada otak saat bermimpi bukan sekadar memecahkan misteri malam, melainkan membuka kunci pemahaman yang lebih dalam tentang emosi, memori, dan berbagai kondisi klinis dalam psikiatri," ujar Prof. Cokorda Bagus Jaya Lesmana.
Kuliah internasional tersebut menghadirkan narasumber utama Prof. Shubh Mohan Singh, MBBS, MD, dari Department of Psychiatry, Postgraduate Institute of Medical Education and Research (PGIMER) Chandigarh, India. Dalam paparannya, ia menjelaskan bagaimana sirkuit otak, ritme sirkadian, neurotransmiter, serta aktivitas elektrofisiologis, khususnya dominasi gelombang Gamma 30–200 Hz pada fase REM sleep, berperan dalam pembentukan mimpi.

Selain menjelaskan proses biologis terbentuknya mimpi, Prof. Shubh Mohan Singh juga menguraikan relevansi klinis fenomena tersebut terhadap berbagai gangguan tidur dan kesehatan mental.
Baca juga:
Suryani Institute dan FK Unud Edukasi Kesehatan Mental Mahasiswa UIN Walisongo Lewat Meditasi
"Tidur bukanlah sebuah gurun neurologis (neurological desert). Otak kita tetap aktif bekerja secara dinamis. Melalui studi elektrofisiologis dan fMRI, fenomena mimpi menunjukkan dengan sangat jelas bahwa kesadaran (consciousness) dapat eksis sepenuhnya tanpa adanya persepsi sensorik eksternal dari dunia luar. Persepsi tersebut secara aktif dikonstruksi ulang oleh sirkuit otak kita sendiri," jelas Prof. Shubh Mohan Singh dalam kuliahnya.
Dalam sesi berikutnya, Prof. Shubh Mohan Singh menjelaskan bahwa isi mimpi merupakan representasi dari pikiran, emosi, memori, hingga kondisi psikopatologi yang dialami seseorang ketika terjaga. Karena itu, analisis mimpi dinilai memiliki nilai penting dalam praktik psikiatri untuk membantu memantau perkembangan kondisi pasien.
"Isi dari mimpi seseorang sangat dipengaruhi dan diwarnai oleh kondisi kesehatan mentalnya di dunia nyata. Manifestasi klinis berupa mimpi buruk kronis memiliki hubungan timbal balik yang signifikan dengan gangguan depresi, PTSD, hingga peningkatan risiko bunuh diri. Selain itu, hilangnya atonia otot pada fase REM (REM sleep behavior disorder) juga harus diwaspadai karena dapat bertindak sebagai tanda awal (prodrome) dari penyakit neurodegeneratif parah seperti Penyakit Parkinson," tambah Prof. Shubh Mohan.

Sesi diskusi dipandu oleh I Gusti Agung Ayu Widyarini, dr., Sp.K.J., selaku moderator. Jalannya diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang membahas implementasi teori neurobiologi mimpi dalam praktik klinis psikiatri di Indonesia.
Melalui penyelenggaraan Guest Lecture internasional ini, Program Studi Spesialis Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana berharap dapat terus memperkuat jejaring akademik global sekaligus mendorong lahirnya riset-riset baru di bidang kesehatan mental. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas Udayana dalam mencetak dokter spesialis kedokteran jiwa yang unggul, kompeten, dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3650 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1315 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1059 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun