Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
46 Peserta Paskibraka di Karangasem Lolos Seleksi Pertama
4 Pasang Dikirim Ke Provinsi
BERITABALI.COM, BANGLI.
Setelah melalui rangkaian seleksi tahap pertama, sebanyak 46 orang siswa akhirnya terpilih menjadi calon Paskibraka tahun 2022 di Kabupaten Karangasem.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem, I Wayan Sutrisna dikonfirmasi, Kamis (21/4/2022) menerangkan, seluruh peserta yang lolos tahap pertama akan melanjutkan seleksi tahap selanjutnya dengan materi baris-berbaris, parade, tes wawasan kebangsaan, pembinaan ideologi Pancasila dan Kesenian Daerah Bali.
"Dari 200 orang peserta yang berasal dari perwakilan masing - masing sekolah, yang lolos sebanyak 46 orang peserta, 25 putra dan 21 orang peserta putri," kata Sutrisna.
Sementara itu, dari 46 orang peserta yang lolos tersebut, sebanyak 4 pasang peserta nantinya akan dikirim untuk mengikuti proses seleksi Paskibraka di tingkat Provinsi.
Meskipun nantinya ada yang tidak lolos seleksi, maka kaan kembali bergabung dengan Paskibraka Kabupaten Karangasem. kembali bergabung dengan Paskibraka Kabupaten Karangasem.
"Sekarang peserta ini akan terus dilatih, nah untuk pelantikannya akan dilakukan nanti sehari sebelum bertugas," tutup Sutrisna.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2267 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1572 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1557 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun