Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Sempat Tak Pulang, Pencari Janur di Gianyar Ditemukan Tewas
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seorang pencari janur, Dewa Putu Lanus (66), warga Banjar Triwangsa, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar sempat meninggalkan rumah Kamis (21/4).
Akhirnya, korban ditemukan meninggal dunia Jumat (22/4) dalam keadaan membusuk. Berdasarkan informasi, korban yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan punya kegiatan mencari janur untuk dijual. Pada Kamis siang, korban sempat mencari janur. Hingga malam harinya, korban belum pulang.
Keluarga pun melakukan pencarian pada Jumat pagi (22/4). Pukul 09.00 WITA, jenazah korban ditemukan di tegal di bawah pohon kelapa.
Dekat jenazah korban menempel sabit dan janur. Atas temuan itu, Kapolsek Gianyar, Kompol Gede Putra Astawa membenarkan. Petugas kepolisian bersama tim medis langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap jenazah.
“Setelah dilakukan pemeriksaan pada tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Dari hasil olah TKP dan dari hasil pemeriksaan dokter pada korban meyakini bahwa penyebab meninggalnya korban murni karena jatuh dari pohon kelapa saat mencari janur.
Selanjutnya korban dibawa oleh keluarga bersama warga menuju ke kuburan Desa Siangan untuk dilakukannya prosesi upacara agama penguburan.
“Sementara dari pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut adalah merupakan musibah,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8104 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5666 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2395 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan