Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 14 Juli 2026
BBPOM Advokasi Program Pangan Aman di Karangasem
Libatkan Unsur Sekolah, Desa Hingga Pasar
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar menggelar Advokasi terpadu program desa pangan aman (GKPD) pangan jajanan yang dikonsumsi anak usia sekolah (PJAS) dan pasar aman berbasis komunitas di kabupaten karangasem, Jumat (22/4/2022)
Kegiatan yang berlangsung di aula SKB Jasri, Kelurahan Subagan, Karangasem tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BBPOM Denpasar, I Made Bagus Garametta dengan menghadirkan puluhan peserta yang berasal dari perwakilan sekolah, Desa dan pasar yang ada di Karangasem.
Menurut Garametta, kegiatan tersebut merupakan salah satu program keamanan pangan nasional yang terdiri dari tiga yaitu gerakan kemanan pangan Desa, pangan jajanan sekolah yang aman dan pasar aman berbasis komunitas.
"Tujuannya bagaimana kita untuk menghasilkan pangan yang aman bermanfaat dan bermutu," ujarnya.
Dari 3 program tersebut, yang pertama dilakukan adalah tahapan Advokasi, dilanjutkan dengan melatih kader dan ke sekolah, tujuannya adalah pengawasan berbasis komunitas. Dengan melatih komunitas ini harapannya agar dalam pengawasan kedepannya tidak selalu dilakukan oleh badan POM, melainkan biaa langsung dilaksanakan oleh komunitas baik di pasar, desa maupun di sekolah.
"Harapan kita agar pengetahuan sikap dan perilaku bisa berubah sehingga mereka mengetahui bagaimana memilih pangan yang aman, bermanfaat dan bermutu," jelasnya.
Selain itu, dengan adanya pelatihan berbasis komunitas ini juga dibekali pengetahuan tentang bagaimana cara mengetahui adanya pangan yang berpotensi mengandung zat berbahaya.
Komunitas juga akan dilatih menggunakan alat tes agar nantinya bisa secara langsung mencari sample di pasar, di desa maupun jajanan anak sekolah.
Sementara itu, untuk menghindari pangan dengan zat berbahaya, Metta mengingatkan agar dalam memilih pangan lebih memperhatikan, misalnya warna hingga tekstur makanan. Jika memungkinkan hindari warna makanan yang sangat mencolok serta memperhatikan kemasannya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3676 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1350 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1229 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1075 Kali
Menhub Setuju Bandara Letkol Wisnu Dikembangkan di Bali Utara
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun