Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 29 Agustus 2026
Polisi Edukasi Bahaya Game Online kepada Siswa Baru SMAN 2 Sukawati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Polsek Sukawati terus memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi perkembangan generasi muda. Salah satunya melalui edukasi mengenai bahaya kecanduan game online yang diberikan kepada para peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Sukawati, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Unit Binmas Polsek Sukawati dalam membentuk karakter pelajar yang tangguh, cerdas, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Materi sosialisasi disampaikan oleh P.S. Kanit Binmas Polsek Sukawati IPTU Samsuri, S.IP, didampingi Bamin Unit Binmas BRIPKA Ni Wayan Wahyuni, S.H.
Sebanyak 180 siswa baru mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Sosialisasi juga dihadiri para guru pendamping serta pengurus OSIS SMAN 2 Sukawati yang turut memantau jalannya kegiatan.
Dalam pemaparannya, IPTU Samsuri menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga memiliki dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijaksana. Salah satu ancaman yang banyak dialami kalangan remaja adalah kecanduan game online.
Ia menguraikan sejumlah dampak yang dapat ditimbulkan, mulai dari menurunnya prestasi akademik akibat berkurangnya waktu belajar dan konsentrasi, gangguan kesehatan fisik maupun mental seperti kerusakan mata, pola tidur yang terganggu, hingga munculnya kecemasan dan emosi yang tidak stabil.
Baca juga:
Game Online Free Fire Dihapus di India
Selain itu, kecanduan game online juga berpotensi menurunkan kualitas interaksi sosial karena remaja menjadi lebih banyak menghabiskan waktu di dunia virtual dibandingkan berinteraksi dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar.
"Game online sebenarnya bisa menjadi sarana hiburan jika dimainkan secara bijak dan tahu batasan waktu. Namun, jika sudah berlebihan hingga melalaikan kewajiban belajar, merusak kesehatan, dan mengabaikan tanggung jawab diri, di situlah dampak negatifnya bekerja. Jadilah generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif," tegas IPTU Samsuri di hadapan ratusan siswa.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta MPLS aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara mengatur waktu penggunaan gawai (screen time), tips menghindari kecanduan game online, hingga pemanfaatan media digital secara aman dan positif untuk menunjang proses belajar.
Melalui kegiatan ini, Polsek Sukawati berharap para pelajar di Kabupaten Gianyar semakin memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, sehingga mampu memanfaatkan dunia digital sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri tanpa terjerumus pada dampak negatif kecanduan game online.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4733 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2537 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2176 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1793 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1219 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun