Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 18 Oktober 2026
Polisi Edukasi Bahaya Game Online kepada Siswa Baru SMAN 2 Sukawati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Polsek Sukawati terus memperkuat upaya pencegahan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi perkembangan generasi muda. Salah satunya melalui edukasi mengenai bahaya kecanduan game online yang diberikan kepada para peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Sukawati, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Unit Binmas Polsek Sukawati dalam membentuk karakter pelajar yang tangguh, cerdas, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Materi sosialisasi disampaikan oleh P.S. Kanit Binmas Polsek Sukawati IPTU Samsuri, S.IP, didampingi Bamin Unit Binmas BRIPKA Ni Wayan Wahyuni, S.H.
Sebanyak 180 siswa baru mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Sosialisasi juga dihadiri para guru pendamping serta pengurus OSIS SMAN 2 Sukawati yang turut memantau jalannya kegiatan.
Dalam pemaparannya, IPTU Samsuri menjelaskan bahwa perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, namun juga memiliki dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijaksana. Salah satu ancaman yang banyak dialami kalangan remaja adalah kecanduan game online.
Ia menguraikan sejumlah dampak yang dapat ditimbulkan, mulai dari menurunnya prestasi akademik akibat berkurangnya waktu belajar dan konsentrasi, gangguan kesehatan fisik maupun mental seperti kerusakan mata, pola tidur yang terganggu, hingga munculnya kecemasan dan emosi yang tidak stabil.
Baca juga:
Game Online Free Fire Dihapus di India
Selain itu, kecanduan game online juga berpotensi menurunkan kualitas interaksi sosial karena remaja menjadi lebih banyak menghabiskan waktu di dunia virtual dibandingkan berinteraksi dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sekitar.
"Game online sebenarnya bisa menjadi sarana hiburan jika dimainkan secara bijak dan tahu batasan waktu. Namun, jika sudah berlebihan hingga melalaikan kewajiban belajar, merusak kesehatan, dan mengabaikan tanggung jawab diri, di situlah dampak negatifnya bekerja. Jadilah generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif," tegas IPTU Samsuri di hadapan ratusan siswa.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para peserta MPLS aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara mengatur waktu penggunaan gawai (screen time), tips menghindari kecanduan game online, hingga pemanfaatan media digital secara aman dan positif untuk menunjang proses belajar.
Melalui kegiatan ini, Polsek Sukawati berharap para pelajar di Kabupaten Gianyar semakin memahami pentingnya menggunakan teknologi secara bijak, sehingga mampu memanfaatkan dunia digital sebagai sarana belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri tanpa terjerumus pada dampak negatif kecanduan game online.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4474 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2108 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2019 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1645 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1484 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan