Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Kenaikan Harga Cabai Lombok Terjadi di Pasar Umum Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Delapan hari menjelang Lebaran, harga kebutuhan pokok di Jembrana mengalami kenaikan. Salah satu bahan bumbu seperti cabai lombok besar kini harganya melambung di Pasar Umum Negara.
Dari hasil pantuan Selasa (26/04/2022), harga di Pasar Umum Negara, harga cabai lombok besar melambung tinggi. Sedangkan harga minyak goreng dalam kemasan masih belum turun kisaran Rp24.000.
Selain itu peningkatan harga terjadi pada tomat dan bawang merah. Justru harga bawang putih malah mengalami penurunan.
Hal tersebut diungkapkan oleh pedagang Ibu Wayan Muliada. Menurutnya kenaikan harga menjelang hari Raya Lebaran ini terjadi pada sejumlah bahan pokok, seperti kenaikan harga lombok besar yang signifikan seharga Rp40 ribu per kilo yang sebelumnya Rp25 ribu per kilonya.
“Selain lombok besar yang naik, bawang merah juga mengalami kenaikan mulai dari kemarin Senin 25 Agustus 2022 yang sebelumnya seharga Rp20 ribu per kilo naik menjadi Rp25 ribu per kilo. Untuk lombok kecil tidak terjadi kenaikan harganya, masih standar," ungkapnya.
"Malahan harga bawang putih mengalami penurunan yang sebelumnya seharga Rp23 ribu per kilo dan sekarang menjadi Rp18 ribu sampai Rp16 ribu per kilo,” terangnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1110 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 840 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 819 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 556 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun