Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 12 Juli 2026
Ribuan Ikan Membusuk dan Belasan Warga Keracunan
BERITABALI.COM, NTB.
Dampak limbah yang memenuhi perairan Teluk Bima hingga kini masih menimbulkan masalah. Di sepanjang bibir pantai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, ribuan bangkai ikan berbagai ukuran mengapung.
Bangkai-bangkai ini mengeluarkan bau busuk dan mulai menganggu warga yang bermukim di sepanjang pesisir. Bahkan belasan warga setempat keracunan, akibat mengkonsumsi ikan yang diambil di lokasi limbah.
Kapolsek Soromandi Ipda Zulkifli mengaku telah mengeluarkan himbauan kepada warga untuk tidak mengambil ikan di sekitar Teluk Bima untuk sementara.
Himbauan ini dikeluarkan pasca belasan warga di kecamatan setempat keracunan setelah mengonsumsi ikan yang direndam limbah. Karena bau yang menyengat, warga diminta untuk menguburkan ikan-ikan tersebut.
"Mulai dari pantai Lewintana, Bajo dan Punti semuanya ketutup limbah dan bangkai ikan," bebernya.
Hal senada juga diungkap Hidayat, kepala Desa Lewintana. Ia menjelaskan, tumpukan bangkai ikan terlihat semakin banyak karena sudah tidak ada warga yang mengambilnya.
"Sudah tidak ada warga yang turun ke pantai lagi untuk mengambil ikan, seperti kemarin. Makanya banyak bangkai ikan sekarang," ungkapnya.
Untuk kondisi warganya yang mengalami keracunan, Hidayat mengaku sudah berangsur pulih.
"Hanya satu orang itu saja yang dirawat, selebihnya di rumah minum air kelapa," ungkapnya.
Saat ini keluh Hidayat, yang menjadi masalah adalah bau busuk yang dikeluarkan bangkai-bangkai ikan tersebut
"Karena jumlahnya banyak sekali," tandasnya.
Sebelumnya warga Desa Lewintana, Bajo hingga Desa Punti kemarin sempat beramai-ramai mengumpulkan ikan yang keluar ke tepi pantai karena dampak limbah .
Warga sejak pagi hingga siang, dikagetkan dengan banyaknya ikan pari yang tiba-tiba keluar ke pinggir tepi laut, sehingga berbondong-bondong mengambilnya. Warga setempat sudah biasa konsumsi ikan pari, tapi baru sekarang mengalami keracunan.
Ada 10 warga lain di Desa Lewintana yang juga merasakan gejala keracunan yang sama, yakni kepala pening dan pusing-pusing. Pada sore hari, belasan warga setempat dilaporkan keracunan, yang mana satu di antaranya terpaksa dilarikan ke PKM terdekat untuk dirawat.
Rata-rata warga mengeluhkan pusing dan pening, sedangkan yang dirawat mendapatkan gejala berat yakni muntah-muntah. Pihak Pemdes sudah berkoordinasi dengan PKM Soromandi untuk menyiagakan ambulance jika ada penambahan warga yang keracunan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3656 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1331 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1222 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1068 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun