Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Ribuan Ikan Membusuk dan Belasan Warga Keracunan
BERITABALI.COM, NTB.
Dampak limbah yang memenuhi perairan Teluk Bima hingga kini masih menimbulkan masalah. Di sepanjang bibir pantai Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima, ribuan bangkai ikan berbagai ukuran mengapung.
Bangkai-bangkai ini mengeluarkan bau busuk dan mulai menganggu warga yang bermukim di sepanjang pesisir. Bahkan belasan warga setempat keracunan, akibat mengkonsumsi ikan yang diambil di lokasi limbah.
Kapolsek Soromandi Ipda Zulkifli mengaku telah mengeluarkan himbauan kepada warga untuk tidak mengambil ikan di sekitar Teluk Bima untuk sementara.
Himbauan ini dikeluarkan pasca belasan warga di kecamatan setempat keracunan setelah mengonsumsi ikan yang direndam limbah. Karena bau yang menyengat, warga diminta untuk menguburkan ikan-ikan tersebut.
"Mulai dari pantai Lewintana, Bajo dan Punti semuanya ketutup limbah dan bangkai ikan," bebernya.
Hal senada juga diungkap Hidayat, kepala Desa Lewintana. Ia menjelaskan, tumpukan bangkai ikan terlihat semakin banyak karena sudah tidak ada warga yang mengambilnya.
"Sudah tidak ada warga yang turun ke pantai lagi untuk mengambil ikan, seperti kemarin. Makanya banyak bangkai ikan sekarang," ungkapnya.
Untuk kondisi warganya yang mengalami keracunan, Hidayat mengaku sudah berangsur pulih.
"Hanya satu orang itu saja yang dirawat, selebihnya di rumah minum air kelapa," ungkapnya.
Saat ini keluh Hidayat, yang menjadi masalah adalah bau busuk yang dikeluarkan bangkai-bangkai ikan tersebut
"Karena jumlahnya banyak sekali," tandasnya.
Sebelumnya warga Desa Lewintana, Bajo hingga Desa Punti kemarin sempat beramai-ramai mengumpulkan ikan yang keluar ke tepi pantai karena dampak limbah .
Warga sejak pagi hingga siang, dikagetkan dengan banyaknya ikan pari yang tiba-tiba keluar ke pinggir tepi laut, sehingga berbondong-bondong mengambilnya. Warga setempat sudah biasa konsumsi ikan pari, tapi baru sekarang mengalami keracunan.
Ada 10 warga lain di Desa Lewintana yang juga merasakan gejala keracunan yang sama, yakni kepala pening dan pusing-pusing. Pada sore hari, belasan warga setempat dilaporkan keracunan, yang mana satu di antaranya terpaksa dilarikan ke PKM terdekat untuk dirawat.
Rata-rata warga mengeluhkan pusing dan pening, sedangkan yang dirawat mendapatkan gejala berat yakni muntah-muntah. Pihak Pemdes sudah berkoordinasi dengan PKM Soromandi untuk menyiagakan ambulance jika ada penambahan warga yang keracunan.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4247 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1981 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1815 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1514 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1275 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan