Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Hepatitis Akut Anak, Dinkes Pastikan Belum Masuk Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
World Health Oeganization (WHO) menerima laporan adanya Hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya, pada 5 April 2022 di Skotlandia Tengah yang menyerang anak-anak.
Penyakit dengan gejala urine gelap, feses pucat, penyakit kuning, gatal, nyeri sendi, mual, muntah, nyeri perut, lesu, hilang napsu makan dan kejang, itu dipastikan belum masuk Gianyar.
Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ida Komang Upeksa, menegaskan di Gianyar tidak ada.
“Belum ada penyakit Hepatitis yang tidak diketahui penyebabnya alias Hepatitis misterius,” tegas Ida Komang Upeksa.
Meski begitu, Dinas Kesehatan, berupaya melakukan antisipasi. Berdasarkan Surat Edaran Kemenkes HK.02.02/C/2515/2022 tentang hepatitis akut, Dinkes Gianyar melakukan pemantauan kasus.
“Pemantauan kasus hepatitis atau joundice yang berobat ke faskes (fasilitas kesehatan, red),” terangnya.
Kemudian, Dinkes juga melakukan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat. “KIE supaya masyarakat melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” ungkapnya.
Selain itu, petugas kesehatan di tingkat Rumah Sakit dan Puskesmas juga diminta meningkatkan kewaspadaan dini.
“Dengan melakukan KIE kepada masyarakat, lalu monev (monitoring evaluasi dan pelaporan, red),” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4121 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1414 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 939 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 866 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun