Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 10 Juli 2026
Data Pribadi Pengendara Sepeda Motor Rawan Penyalahgunaan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Federasi Asosiasi Pengendara Sepeda Motor Eropa (FEMA) berjuang untuk melindungi data pribadi para pengguna sepeda motor dari penyalahgunaan.
Menurut asosiasi ini, kemajuan teknologi pada kendaraan bagaikan pedang bermata dua jika tidak ditangani dengan serius.
Di satu sisi, metrik memang dapat membantu sistem untuk memberikan umpan balik yang diperlukan seperti melacak, mencatat, dan melaporkan waktu keberangkatan dan kedatangan, kecepatan, ataupun lokasi kendaraan.
Namun penyimpanan dan akses data bisa dengan cepat menjadi masalah jika tidak dilindungi dengan baik.
"Pemilik sepeda motor harus memiliki kuasa atas data mereka dan dapat memutuskan siapa saja yang boleh mengaksesnya," tulis Asosiasi dalam surat pernyataannya dikutip dari Ride Apart.
Lebih lanjut mengungkapkan, bagi mereka yang menggunakan komputer atau perangkat pintar setiap hari mungkin memahami bila akses data berbasis izin adalah norma yang sudah diterapkan.
"Dengan demikian, tidak semua bisa mengakses data tanpa izin dari pemilik," ungkapnya.
Untuk meluruskan masalah ini, Asosiasi baru-baru ini mengirim surat kepada Komisi Eropa (EC) yang menyatakan bahwa standar sama harus diterapkan pada pemilik data kendaraan.
Sebab dengan teknologi yang terus berkembang, pengaturan pelacakan dan penggunaan data sepertinya tidak hanya menjadi perhatian serius dari pengemudi.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3646 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1295 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1217 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1056 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun