Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 10 Juli 2026
Puluhan Warga Kota Bima Diserang Chikungunya
BERITABALI.COM, NTB.
Puluhan warga di Kelurahan Penaraga Kecamatan Raba Kota Bima, terjangkit chikungunya. Warga di Rt 03 Kelurahan Penaraga ini, awalnya dilaporkan tujuh orang saja yang terjangkit.
"Tapi setelah kita turun, ternyata banyak. Totalnya ada 20 orang," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Ahmad, pada Selasa (10/5).
Warga yang terdeteksi chikungunya ini, rata-rata mengalami demam, nyeri pada persendian, kaku pada seluruh badan seperti mengalami kelumpuhan.
"Itu adalah gejala khas dari chikungunya," kata Ahmad.
Sejauh ini, kasus ini belum terdeteksi di wilayah lain yang ada di Kota Bima. Jika melihat sejarah, Kota Bima pernah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus Chikungunya, yakni pada tahun 2008 - 2009 lalu, dilansir Tribun Lombok.
Saat itu hampir seluruh wilayah di Kota Bima, terdapat kasus yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.
"Nah baru muncul sekarang lagi," ujarnya.
Pertumbuhan dan penularan Chikungunya ini, sangat bergantung pada kebersihan lingkungan. Khusus di Kelurahan Penaraga, jika melihat lingkungannya maka sangat berpotensi berkembangnya penyakit musiman seperti Chikungunya.
Bahkan dalam lingkungan tinggal warga, ada kandang ternak sehingga membuat lingkungan tidak sehat. Ahmad berharap, Chikungunya ini tidak meluas ke wilayah lain.
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3646 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1295 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1217 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1056 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun