Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Macron Pilih Elisabeth Borne Jadi Perdana Menteri Prancis
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memilih Elisabeth Borne sebagai perdana menteri yang baru pada Senin (16/5). Elisabeth Borne menggantikan Jean Castex yang baru saja mengundurkan diri.
Sebelum dipercaya menjadi perdana menteri yang baru, Elisabeth Borne menjabat sebagai menteri tenaga kerja di kabinet Macron.
Pemilihan Elisabeth Borne juga membuat Prancis kembali memiliki perdana menteri dari kalangan perempuan. Terakhir kali perdana menteri Prancis dijabat perempuan yakni pada 1991-1992 silam oleh Edith Cresson di masa Presiden François Mitterrand.
Sebelumnya, nama Elisabeth Borne sudah digadang-gadang bakal diangkat menjadi perdana menteri. Ada dua nama yang sempat mengerucut, antara lain Elisabeth Borne dan Dirjen UNESCO Audrey Azoulay Hingga kemudian, Elisabeth Borne yang terpilih.
Elisabeth Borne merupakan insinyur berusia 61 tahun yang loyal terhadap Macron sejak periode pertama. Dia pernah dipercaya mengurus transportasi, lingkungan hingga menteri tenaga kerja sejak 2020.
Mantan perdana menteri perempuan Prancis, Edith Cresson mengatakan bahwa politik negaranya cenderung didominasi pria dalam puluhan tahun terakhir.
Oleh karena itu, siapapun perempuan yang menjadi perdana menteri Prancis nanti benar-benar harus memiliki keberanian.
"Dia bakal membutuhkan banyak keberanian," kata Cresson.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3625 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1194 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1164 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1042 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun