Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Badung Dukung PSEL Denpasar Raya, Target Beroperasi Akhir 2027
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penanganan persoalan sampah melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya. Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek PSEL di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (8/7).
Proyek hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Danantara ini ditargetkan rampung dalam waktu 15 bulan dan mulai beroperasi pada akhir 2027 sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi Waste-To-Energy.
Fasilitas PSEL Denpasar Raya dirancang mampu mengolah sedikitnya 1.200 ton sampah setiap hari yang berasal dari Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kehadirannya diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah, menekan emisi gas rumah kaca, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan sektor pariwisata Bali.
Baca juga:
AMDAL Belum Tuntas, PSEL Bali Tetap Melaju
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan pembangunan PSEL menjadi langkah strategis dalam mempercepat penanganan lonjakan volume sampah di kawasan Sarbagita.
"Astungkara, groundbreaking PSEL yang telah lama kita nantikan akhirnya dapat terlaksana. Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu bagi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar," katanya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut juga akan memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap komitmen Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
"Persoalan sampah selama ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk wisatawan mancanegara. Dengan hadirnya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik ini, Bali menunjukkan keseriusannya menghadirkan solusi yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan Danantara dalam merealisasikan proyek ini. Harapannya, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi pengelolaan sampah, kualitas lingkungan, maupun sektor pariwisata," ucap Adi Arnawa.
Groundbreaking PSEL Denpasar Raya turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Gubernur Bali Wayan Koster, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, serta jajaran Forkopimda Bali.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pembangunan PSEL menjadi momentum transformasi pengelolaan sampah di Bali guna mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA). Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan proyek ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memanfaatkan teknologi ramah lingkungan untuk mengatasi persoalan sampah.
Di akhir rangkaian acara, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani memastikan pihaknya akan mengawal pelaksanaan konstruksi agar target penyelesaian proyek dapat tercapai dan fasilitas PSEL Denpasar Raya siap beroperasi secara komersial pada akhir 2027.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3625 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1195 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1174 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1042 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun