Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Pengeroyokan di Lumintang Hoaks, Korban Lukai Kepala Sendiri
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Media sosial baru-baru ini digegerkan video viral seorang pria yang mengaku dikeroyok di depan Gedung Sewaka Dharma, Lapangan Lumintang Denpasar, pada Sabtu 14 Mei 2022 pukul 22.00 WITA.
Namun setelah diusut Polisi, ternyata kejadian itu tidak benar terjadi alias hoaks. Persoalan yang terjadi sebenarnya adalah cekcok mulut antar pasangan kekasih yang sudah putus hubungan cinta.
Tidak terima atas pertengkaran tersebut, Mohamad Iswaldy Roshan nekat menghantam kepalanya sendiri dengan bebatuan hingga terkapar pingsan dan viral di medsos.
Menurut Kapolsek Denpasar Utara Iptu Carlos Dolesgit, S.H.,M.H., aksi pengeroyokan yang viral di medsos tersebut hoaks. Pihaknya sudah memeriksa keterangan sejumlah saksi salah satunya saksi korban, Mohamad Iswaldy Roshan.
Pria berusia 21 tahun ini menerangkan sebelum kejadian, ia berada di lokasi bersama Ayu, kakaknya Ayu bernama Agus serta pacarnya bernama Bagus. Iswaldy sendiri mengaku masih menjadi pacarnya Ayu, tapi malah sebaliknya Ayu sudah menganggap hubungan mereka putus.
Sehingga untuk menyelesaikan masalah hubungan asmara ini, mereka pun berkumpul bersama di Lapangan Lumintang, Denpasar Utara.
"Di lokasi itu ada pertemuan asmara. Mereka bertemu untuk menyelesaikannya karena Ayu sudah tidak menganggap hubungannya dengan Iswaldy,” jelas Iptu Carlos dalam keteranganya, pada Selasa 17 Mei 2022.
Namun, pertemuan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik, malah menjadi runyam. Iswaldy terlibat cekcok mulut dengan Bagus yang notabene pacar baru Ayu. Melihat itu, Agus mencoba melerai pertengkaran tersebut.
Tidak terima dirinya pisah dengan Ayu ditambah cekcok dengan Bagus, Iswaldy panik dan mengambil batu di lokasi. Ia langsung menghantam batu tersebut ke arah kepalanya sendiri sebanyak 2 kali. Akibatnya Iswaldy pingsan tak sadarkan diri dalam keadaan bersimbah darah.
Melihat kenekatan Iswaldy yang kemudian pingsan berdarah-darah, Ayu, Bagus dan Agus ketakutan. Mereka memilih kabur meninggalkan lokasi karena merasa tidak ada hubungan dengan peristiwa tersebut.
"Ketiga saksi pergi meninggalkan korban Iswaldy yang pingsan di lokasi," bebernya.
Warga sekitar yang menemukan Iswaldy pingsan di Lapangan Lumintang segera melaporkan ke petugas BPBD Kota Denpasar. Selanjutnya pria ini dievakuasi ke RSUD Wangaya Denpasar.
Iptu Carlos menerangkan, dengan terungkapnya peristiwa tersebut bahwa tidak benar ada kejadian pria dikeroyok pengendara motor di Lapangan Lumintang Denpasar yang viral di media sosial, pada Sabtu 14 Mei 2022 pukul 22.00 wita.
“Disini kami tegaskan bahwa tidak pernah terjadi peristiwa pengeroyokan pengendara sepeda motor seperti yang viral di media sosial. Tapi Mochammad Iswaldy memukul kepalanya sendiri karena masalah asmara antara dirinya, Ayu dan Bagus,” tegas Kapolsek.
Keterangan Kapolsek Carlos ini dibenarkan Iswaldy yang mengaku mengambil batu dan memukul kepalanya sebanyak dua kali hingga pingsan. Hal itu dilakukanya agar Ayu senang karena diputus cinta. Ia juga mengaku tidak ada peristiwa pengeroyokan seperti yang viral di media sosial.
Sementara terkait laporan pengaduan Iswaldy ke Polsek Denpasar Utara, Iptu Carlos menerangkan laporan itu terkait cekcok antara Iswaldy dengan Bagus yang dilerai oleh Agus kakak Ayu. "Laporan ini masih dalam proses," ungkapnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4096 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1406 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 938 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 865 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 750 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun