Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Bali Miliki Layanan Kedokteran Nuklir
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Provinsi Bali memiliki layanan Kedokteran Nuklir yang merupakan satu-satunya ada di wilayah Indonesia Timur.
Hal ini terungkap saat Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi membuka Pelayanan Kanker Terpadu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara pada, Selasa, 31 Mei 2022, Sanur, Denpasar.
Merunut istilahnya, Kedokteran nuklir merupakan spesialisasi medis yang melibatkan penerapan zat radioaktif dalam diagnosis dan pengobatan penyakit. Pemindaian kedokteran nuklir biasanya dilakukan oleh Spesialis kedokteran nuklir.
Baca juga:
Karangasem Diguncang Gempa Magnitudo 4,1
Dalam praktiknya, dokter spesialis kedokteran nuklir menggunakan tenaga nuklir dosis kecil untuk membantu mendiagnosis dan mengobati penyakit seperti salah satunya dalam pengobatan kanker.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom dan Plt. Dirut RSBM, dr. Ketut Suarjaya mengharapkan dengan adanya layanan kanker terpadu di RSUD Bali Mandara, Krama Bali dengan cepat serta tidak perlu mengantre terlalu lama.
Hal ini karena Bali telah memiliki sarana dan prasarana yang tersedia hingga didukung oleh alat kesehatan yang canggih serta SDM yang kompeten.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4628 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2432 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2083 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1684 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1124 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun