Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 23 Agustus 2026
Desa Pemecutan Kelod Data Penduduk Non Permanen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kegiatan Pendataan Penduduk Non Permanen di Wilayah Desa Pemecutan Kelod, dilaksanakan pada Selasa (31/5), malam yang dilaksanakan serentak diseluruh wilayah Desa Pemecutan Kelod.
Perbekel Desa Pemecutan Kelod, Wayan Tantra saat dihubungi menjelaskan bahwa dari hasil pendataan penduduk non permanen di wilayahnya ini berhasil didata total jumlah penduduk non permanen sebanyak 471 orang. Dengan rincian KTP luar Denpasar berjumlah 121 orang, laki-laki 75 orang dan perempuan sebanyak 46 orang.
"Sementara untuk penduduk non permanen KTP luar Bali total berjumlah 351 orang, laki-laki 212 orang dan perempuan sebanyak 139 orang," katanya.
Ditambahkannya, melalui kegiatan pemantauan ini besar harapan pihaknya agar penduduk non permanen diwilayah Desa Pemecutan Kelod bisa di data dengan baik dan keberadaannya diketahui dengan jelas.
"Selain itu penduduk non permanen ini juga kita ajak untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kebersihan wilayah. Sesuai juga dengan amanat Pergub no. 47 th 2019, tentang pemilahan sampah di sumber, karena penduduk non permanen ini juga menghasilkan sampah rumah tangga agar mereka mengelola nya dengan baik bersama kami," ujarnya.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4625 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2427 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2080 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1680 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun