Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Portugal Alami Bencana Kekeringan Terparah Sejak 1931
BERITABALI.COM, DUNIA.
Portugal telah mencatatkan suhu terpanas dan kekeringan terparah dalam 92 tahun terakhir atau sejak 1931. Institut Laut dan Atmosfer Portugis (IPMA) dalam buletin iklim bulanan terbarunya menyatakan suhu rata-rata harian tertinggi di negara itu mencapai 25,87 derajat celcius.
"Itu adalah suhu tertinggi sejak 1931 atau Mei terpanas dalam 92 tahun," kata mereka seperti dikutip dari AFP, Jumat (10/6).
Mereka menyatakan akibat kondisi tersebut, kekeringan parah sekarang mempengaruhi sebagian besar wilayah di negara itu.
Pasalnya, curah hujan pada Mei kemarin hanya sebesar 13 persen dari rata-rata yang terjadi pada Mei antara 1971 dan 2000.
"Akibatnya kondisi itu, kekeringan parah mempengaruhi 97 persen wilayah Portugal," kata mereka.
Para ilmuwan mengatakan kekeringan berulang adalah tanda perubahan iklim. Mereka menyatakan kejadian itu akan menjadi lebih sering, lebih lama dan lebih intens di masa depan.
"Defisit curah hujan yang kami amati ini sejalan dengan tren 20 tahun terakhir, ditandai dengan lebih seringnya periode kering akibat perubahan iklim," kata ahli iklim IPMA Vanda Pires.
Pires menambahkan mulai Jumat ini Portugal diperkirakan akan mengalami peningkatan suhu tajam yang bisa mencapai 40 derajat Celcius.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1418 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1076 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 919 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 813 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik