Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Karam 300 Tahun, Kapal Ini Isi 200 Ton Harta Karun

Jumat, 10 Juni 2022, 11:45 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/kompas.com/Karam 300 Tahun, Kapal Ini Isi 200 Ton Harta Karun

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Tentara Kolombia telah merilis sebuah video yang menunjukkan koin emas dan barang-barang berharga lainnya di sekitar kapal karam kapal San Jose, yang diyakini sebagai tempat peristirahatan harta bernilai miliaran dolar. Kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris menenggelamkan kapal Spanyol itu pada 1708 selama Perang Suksesi Spanyol. 

Selama lebih dari tiga abad, tempat peristirahatannya di dekat pelabuhan Cartagena di pantai Kolombia dengan Karibia menjadi misteri. Sampai akhirnya angkatan laut Kolombia secara resmi mengumumkan penemuan pada 2015. 

Para ahli berspekulasi bahwa kapal itu memuat setidaknya 200 ton harta karun, termasuk jutaan koin doubloon emas dengan kemurnian tinggi, dan banyak koin perak dan zamrud, senilai hingga 17 miliar dollar AS (Rp250 triliun) hari ini. Video yang baru secara luas dipublikasikan pada Rabu (8/6/2022) tersebut mengungkapkan temuan harta yang sangat besar di atas kapal, bahkan di luar koin emas dan batangan, termasuk meriam kuno serta porselen, tembikar, dan meriam China yang utuh. 

Pemerintah Kolombia dan arkeolog militer sedang mempelajari temuan ini untuk menentukan dari mana saja asal harta yang diduga telah dijarah kekaisaran Spanyol dari Amerika Selatan ini. 

Dilansir dari Sky News, Presiden Kolombia Ivan Duque memuji angkatan laut negaranya untuk menangkap "gambar dengan tingkat presisi yang belum pernah terlihat sebelumnya". 

Dia menegaskan bahwa bangkai kapal dan isinya akan tetap berada di Kolombia, alih-alih dijual sebagai bagian dari operasi penyelamatan. Hak penyelamatan harta karun ini telah menjadi bahan litigasi selama beberapa dekade.

 

Ini diperebutkan oleh perusahaan penyelamatan profesional yang mengklaim telah pertama kali menemukan bangkai kapal itu pada 1981, serta sejumlah negara mulai dari Kolombia, Spanyol, dan negara Qhara Qhara dari penduduk asli Bolivia, yang mengeklaim bahwa Spanyol mengekstraksi kekayaan tersebut dari rakyatnya. 

Gambar-gambar yang dibagikan oleh tentara Kolombia pada Rabu (8/6/2022) ditangkap dengan kendaraan “submersible”, yang dioperasikan dari jarak jauh. Teknologi itu menyelam hingga kedalaman hampir satu kilometer. 

Lokasi spesifiknya dianggap sebagai rahasia negara Kolombia. Sebelumnya pada awal 1980-an, perusahaan penyelamatan yang berbasis di Amerika Serikat (AS) Sea Search Armada mengaku pertama kali menemukan kapal karam penuh harta ini. 

Perusahaan itu adalah miliki oleh investor termasuk mendiang John Ehrlichman, penasihat Gedung Putih di bawah Presiden Nixon, yang dihukum karena perannya dalam skandal Watergate. Tidak jelas apakah lokasi yang diidentifikasi perusahaan itu sama dengan yang ditemukan oleh angkatan laut Kolombia. 

Beberapa pertempuran hukum mengenai berapa banyak yang harus dibayar perusahaan jika melakukan operasi penyelamatan kini telah ditutup. Seluruhnya kini berada di bawah perlindungan Kolombia, dan meninggalkan Sea Search Armada tanpa jalan hukum lebih lanjut. 

Kendaraan selam angkatan laut Kolombia juga menemukan dua bangkai kapal di dekatnya, satu kapal kolonial dan satu lagi kapal layar yang diperkirakan berasal dari perang Kolombia untuk kemerdekaan dari Spanyol pada 1819. 

"Kami sekarang memiliki dua penemuan lain di daerah yang sama, yang menunjukkan pilihan lain untuk eksplorasi arkeologi. Jadi pekerjaan baru saja dimulai," kata komandan angkatan laut Laksamana Gabriel Perez. 

"Idenya adalah untuk memulihkannya dan memiliki mekanisme pembiayaan berkelanjutan untuk ekstraksi di masa depan," tambah Presiden Duque. "Dengan cara ini kita melindungi harta karun, warisan dari kapal galian San Jose."(sumber: kompas.com)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami