Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Mencapai Rp736 Miliar, Hadiah Wimbledon 2022 Capai Rekor Tertinggi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Panitia penyelenggara Wimbledon mengumumkan jumlah hadiah uang yang siap dibawa pulang di turnamen Wimbledon 2022 nanti mencapai 40,3 juta pounds atau setara Rp736,7 miliar, mencapai rekor hadiah tertinggi sepanjang penyelenggaraan turnamen tersebut.
Namun turnamen Grand Slam lapangan rumput itu telah menetapkan untuk tidak menyertakan penambahan ranking poin bagi seluruh peserta setelah penyelenggara memutuskan untuk mencoret keikutsertaan petenis dari Rusia dan Belarus karena invasi Ukraina.
Petenis tunggal putra dan putri yang mampu menjuarai Wimbledon tahun ini akan menerima hadiah masing-masing 2 juta pounds (Rp36,5 miliar).
“Sejak babak pertama kualifikasi hingga perebutan gelar juara, para petenis akan menerima hadiah. Jumlah hadiah uang tahun ini merefleksikan betapa pentingnya para pemain di turnamen ini,” kata Ketua All England Club, Ian Hewitt seperti dilansir Reuters, Jumat.
Adapun total hadiah Wimbledon tahun lalu mencapai 35 juta pounds (Rp640 miliar) ketika Novak Djokovic dan Ashleigh Barty mengantongi masing-masing 1,7 juta pounds atau sekitar Rp31 miliar berkat kemenangan mereka.
Wimbledon 2022 akan diselenggarakan pada 27 Juni hingga 10 Juli nanti.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4614 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2418 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2072 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1674 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1114 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun