Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 4 Juli 2026
Pasukan Rusia Makin Ganas Gempur Severodonetsk Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Rusia semakin ganas menggempur Kota Severodonetsk, wilayah timur Ukraina, Selasa (14/6). Kepala administrasi militer wilayah Luhansk, Serhiy Hayday, mengatakan pasukan Rusia menguasai sebagian besar kota, diperkirakan sekitar 70 hingga 80 persen wilayah Severodonetsk.
Sebelumnya, kelompok separatis Republik Rakyat Luhansk (LPR) menyatakan keseluruhan Severodonetsk telah dikuasai pasukan Rusia. Namun, Hayday membantahnya.
"Itu tidak benar. Sebagian dari kota masih dikendalikan pasukan Ukraina. Jika mereka [pasukan Rusia] punya kendali penuh atas kota, tentara Rusia tak akan mati di sana," tegas Hayday.
Severodonetsk menjadi medan yang sengit antara pasukan Ukraina dan pasukan Rusia serta tentara bantuannya. Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) bahkan mengakui pasukan mereka harus mundur menjauhi pusat Severodonetsk.
Meski pasukan mundur, pejabat Ukraina menegaskan mereka tetap mempertahankan kendali atas soza industri Serverodonestk. Sebelumnya, tiga jembatan yang menghubungkan kota Severodonetsk dengan Lysychank hancur, sehingga kendaraan tak bisa melintas dan evakuasi terhambat.
Ia mengatakan jembatan itu menjadi salah satu rute mereka untuk memasok logistik.
"Jembatan memungkinkan untuk membawa setidaknya beberapa kargo kemanusiaan, sesuatu yang berhubungan dengan cadangan. Saat ini tak mungkin menggunakan jembatan," kata Hayday.
Jembatan kedua dari tiga jembatan tersebut hancur selama akhir pekan. Kini, jembatan ketiga tak bisa dilalui kendaraan.
Penghancuran jembatan memberi militer Rusia keuntungan lain, sebab jalur pasokan terputus. Sehingga Ukraina kesulitan menyuplai logistik ke Severodonetsk.
Meski demikian, Hayday mengatakan masih ada kemungkinan perjalanan menuju Severodonetsk dan Lysychansk. Namun, ia tak memberi alasan lebih lanjut.
"Lysychanks sudah ditembaki dengan sangat kuat menggunakan kaliber berat. Mereka menghancurkan segalanya: baik markas kemanusiaan maupun rumah sakit," kata dia.
Hayday lalu berujar, "Tapi dari Lysychansk masih ada peluang mengevakuasi orang dan membawa barang-barang kemanusiaan setiap hari."
Sementara itu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan Severodonetsk menjadi episentrum peperangan di Donbas.
Ia juga menegaskan nasib Dobas ditentukan pertempuran Rusia vs Ukraina di Severodonetsk.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 2930 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1087 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 484 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 394 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun