Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
Pasukan Rusia Makin Ganas Gempur Severodonetsk Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Rusia semakin ganas menggempur Kota Severodonetsk, wilayah timur Ukraina, Selasa (14/6). Kepala administrasi militer wilayah Luhansk, Serhiy Hayday, mengatakan pasukan Rusia menguasai sebagian besar kota, diperkirakan sekitar 70 hingga 80 persen wilayah Severodonetsk.
Sebelumnya, kelompok separatis Republik Rakyat Luhansk (LPR) menyatakan keseluruhan Severodonetsk telah dikuasai pasukan Rusia. Namun, Hayday membantahnya.
"Itu tidak benar. Sebagian dari kota masih dikendalikan pasukan Ukraina. Jika mereka [pasukan Rusia] punya kendali penuh atas kota, tentara Rusia tak akan mati di sana," tegas Hayday.
Severodonetsk menjadi medan yang sengit antara pasukan Ukraina dan pasukan Rusia serta tentara bantuannya. Angkatan Bersenjata Ukraina (AFU) bahkan mengakui pasukan mereka harus mundur menjauhi pusat Severodonetsk.
Meski pasukan mundur, pejabat Ukraina menegaskan mereka tetap mempertahankan kendali atas soza industri Serverodonestk. Sebelumnya, tiga jembatan yang menghubungkan kota Severodonetsk dengan Lysychank hancur, sehingga kendaraan tak bisa melintas dan evakuasi terhambat.
Ia mengatakan jembatan itu menjadi salah satu rute mereka untuk memasok logistik.
"Jembatan memungkinkan untuk membawa setidaknya beberapa kargo kemanusiaan, sesuatu yang berhubungan dengan cadangan. Saat ini tak mungkin menggunakan jembatan," kata Hayday.
Jembatan kedua dari tiga jembatan tersebut hancur selama akhir pekan. Kini, jembatan ketiga tak bisa dilalui kendaraan.
Penghancuran jembatan memberi militer Rusia keuntungan lain, sebab jalur pasokan terputus. Sehingga Ukraina kesulitan menyuplai logistik ke Severodonetsk.
Meski demikian, Hayday mengatakan masih ada kemungkinan perjalanan menuju Severodonetsk dan Lysychansk. Namun, ia tak memberi alasan lebih lanjut.
"Lysychanks sudah ditembaki dengan sangat kuat menggunakan kaliber berat. Mereka menghancurkan segalanya: baik markas kemanusiaan maupun rumah sakit," kata dia.
Hayday lalu berujar, "Tapi dari Lysychansk masih ada peluang mengevakuasi orang dan membawa barang-barang kemanusiaan setiap hari."
Sementara itu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan Severodonetsk menjadi episentrum peperangan di Donbas.
Ia juga menegaskan nasib Dobas ditentukan pertempuran Rusia vs Ukraina di Severodonetsk.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1335 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1025 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 862 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 769 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik