Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 21 Agustus 2026
BTC Anjlok 57 Persen, Investor Mulai Khawatir Masa Depan Kripto
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pasar kripto tengah dilanda kecemasan lantaran investor yang khawatir aksi jual hingga kebijakan bank sentral memperngaruhi bursa dan membawa kripto jatuh lebih dalam.
Kripto pasar terbesar, BTC (Bitcoin) saat ini sudah kehilangan 57 persen nilainya dalam setahun dan 37 persen bulan ini, turun di bawah 20.000 dolar AS selama akhir pekan untuk pertama kali sejak Desember 2020.
Penurunan harga ini akan menjadi kabar buruk jika terus berlangsung lama dan berdampak buruk karena investor kripto lainnya terpaksa menjual kepemilikan mereka untuk memenuhi margin call dan menutupi kerugian.
Saat ini, dana lindung nilai (hedge fund) kripto Three Arrows Capital terus mencari opsi terbaik, termasuk penjualan aset dan dana talangan oleh perusahaan lain.
Sementara, pemberi pinjaman yang berbasis di AS Celsius Network awal bulan ini mengatakan akan menangguhkan penarikan, dan banyak masalah industri baru-baru ini dapat ditelusuri kembali ke keruntuhan spektakuler yang disebut stablecoin TerraUSD pada Mei.
Pada Senin ini, Bitcoin berada di atas level 20.000 dolar AS pada Senin, tepatnya 20.128 dolar AS, membaik dibandingkan pada Minggu malam yang sempat menyentuh di bawah 19.000 dolar AS.
"Jika pasar bergerak lebih tinggi, semua orang bernafas lega, semuanya akan dibiayai kembali, orang akan meningkatkan ekuitas, dan semua risiko akan hilang. Tetapi jika kita bergerak jauh lebih rendah dari sini, saya pikir itu bisa menjadi badai besar," kata Adam Farthing, kepala kantor risiko untuk Jepang di penyedia likuiditas kripto B2C2.
"Ada banyak kredit yang ditarik dari sistem dan jika pemberi pinjaman harus menanggung kerugian dari Celsius dan Three Arrows, mereka akan mengurangi ukuran buku pinjaman masa depan mereka yang berarti bahwa seluruh jumlah kredit yang tersedia di ekosistem kripto jauh lebih banyak berkurang.," ujar dia.
"Rasanya seperti tahun 2008 bagi saya dalam hal bagaimana bisa ada efek domino dari kebangkrutan dan likuidasi," sambung Farthing.
Dapat dipastikan, tren pasar kripto bersamaan dengan penurunan ekuitas, karena saham AS mengalami penurunan persentase mingguan terbesar dalam dua tahun di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga dan kemungkinan resesi yang semakin besar.
Harga bitcoin cenderung bergerak dengan cara yang hampir mirip dengan aset berisiko lainnya seperti saham teknologi.
Uang kripto yang lebih kecil bahkan lebih terpukul daripada token utama karena investor mencari keamanan komparatif dari bitcoin dan stablecoin yang nilainya dipatok dengan aset tradisional, paling sering dengan dolar AS.
Kapitalisasi pasar kripto keseluruhan kira-kira 870 miliar dolar AS, menurut situs harga Coinmarketcap, turun dari puncaknya 2,9 triliun dolar AS pada November 2021.
Namun, sekalipun kapitalisasi pasar stablecoin telah turun dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan investor menarik uang dari sektor ini secara keseluruhan.
Tether, stablecoin terbesar di dunia telah melihat kapitalisasi pasarnya turun menjadi sekitar 68 miliar dolar AS pada Senin, jatuh dari lebih dari 83 miliar dolar AS pada awal Mei.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4603 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2408 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2063 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1666 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1103 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun