Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 2 Juli 2026
Ilmuwan Swedia Kembangkan Alat Kontrasepsi Implan Elektronik
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak orang kurang patuh untuk minum pil KB setiap hari. Ada berbagai macam alasan, mulai dari kelupaan hingga memang tidak dapat mengikuti jadwal yang telah ditentukan.
Dari masalah ini, peneliti di Swedia sedang mencoba mengembangkan KB implan elektronik yang dapat memberi obat KB kepada pasien hanya dengan menekan tombol saja.
Tim peneliti dari Chalmers University of Technology, Swedia, telah menemukan alat kontrasepsi atau alat KB implan elektronik, yang menggunakan sinyal untuk melepaskan beberapa molekul sebagai pengganti pil KB.
Bahan pembuatan alat KB tersebut adalah 'polymer surface' atau permukaan polimer. Alat KB ini berfungsi secara otomatis dan akan memberi dosis obat sesuai yang telah ditentukan secara berkala.
Pengguna alat KB elektronik ini tidak perlu lagi mengatur pengingat untuk minum pil, dilansir The Health Site.
Bagaimana cara kerja KB implan elektronik ini?
Polymer surface mengirim sinyal listrik untuk memisahkan protein dan dapat mengontrol bagaimana molekul terikat dan dilepaskan dari permukaan implan. Selama proses pelepasan tersebut, struktur tidak akan terpengaruh karena prototipe implan.
Peneliti mengklaim temuan baru ini dapat mengurangi kemungkinan efek samping obat-obatan yang biasanya terjadi akibat pil KB biasa.
Implan eletronik ini juga haya membutuhkan sedikit daya, karena polimer pada permukaan elektroda sangat tipis, sehingga dapat bereaksi terhadap pulsa elektrokimia yang kecil.
Peneliti juga mencatat bahwa bahan tersebut dapat mengatasi perubahan keasaman, seperti yang ditemukan dalam sistem pencernaan. 'Masa efektif' KB implan elektronik ini adalah satu tahun.
Reporter: bbn/net
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun