Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Seni Tradisional Reak Sunda Tampil di Festival Musik Denmark
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Seni Tradisional Reak Sunda akan tampil di Festival Musik Roskilde Denmark. Festival Musik Roskilde Denmark akan digelar pada 26 Juni-2 Juli 2022.
Mereka yang tampil ada delapan orang seni reak Juarta Putra asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sejumlah musisi ternama dunia seperti Post Malone, Dua Lipa, TLC, The Smile, The Strokes, turut tampil di festival tersebut.
Festival Roskilde merupakan acara musik terbesar di Denmark dan salah satu yang terbesar di Eropa. Festival tersebut merupakan festival non-profit yang dimulai dari dua orang mahasiswa pada tahun 1971 di Denmark yang hingga kini terus menghasilkan jutaan dolar donasi untuk budaya, musik dan kemanusiaan.
Juarta Putra akan tampil di hari yang sama dengan The Strokes, St. Vincent, Haim, Kings of Convenience pada tanggal 2 Juli. Mereka akan berkolaborasi dengan musisi cultural movement dari Denmark yang tergabung dalam kelompok bernama Snöleoparden, serta dari Italia bernama Luigi.
"Sebuah kebanggaan luar biasa, seni reak Juarta Putra mendapatkan kesempatan untuk mementaskan tradisi Indonesia khususnya Jawa Barat pada Festival Musik Roskilde yang diadakan di Denmark bersama jajaran artis legendaris dunia," kata Anggi Nugraha selaku ketua grup seni reak Juarta Putra.
Selain tampil di panggung Roskilde, Juarta Putra juga akan mengadakan pertemuan dengan seniman-seniman Denmark untuk dapat berkolaborasi lebih lanjut sebagai sebuah pergerakan budaya lintas benua.
Anggi menjelaskan, seni reak merupakan sebuah kesenian Sunda yang hidup di antara masyarakat agraris, khususnya masyarakat petani yang mayoritas menanam padi.
Awalnya, seni tersebut merupakan pengiring upacara yang disebut "helaran reumpak jarami, ampih pare", yakni upacara yang dilakukan ketika para petani memindahkan padi dari sawah ke tempat penyimpanan padi (leuit) atau disimpan ke rumah.
Instrumen pengiring yang digunakan Juarta Putra adalah seperangkat alat musik dogdog yang terdiri dari tilingtit, tong, brung, dan bangplak, bedug, kecrek, serta tarompet.
Selain itu, sajian kesenian itu juga dilengkapi oleh penari barongan dan penari kuda lumping yang biasanya tampil dalam keadaan kerasukan atau kesurupan.
Berdiri sejak tahun 1982, Juarta Putra merupakan generasi penerus dari kelompok sebelumnya yakni Warga Budaya (1935-1975) yang dipimpin oleh Abah Juarta dan saat ini beranggotakan 30 orang.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 942 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 776 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 595 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 554 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik