Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 13 September 2026
Pohon Usia 200 Tahun Timpa Penyengker Pura Puseh
BERITABALI.COM, TABANAN.
Curah hujan yang cukup tinggi dan angin kencang di beberapa wilayah belakangan ini menyebabkan kejadian bencana alam pohon tumbang di Pura Puseh Desa Adat Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel.
Kejadian pohon tumbang diketahui pada Senin, (27/6) sekitar Pukul 08.30 WITA oleh I Wayan Yastra, 58 tahun yang merupakan seorang petani yang juga Bendesa Adat Pagi.
Hal ini kemudian disampaikan kepada prajuru Desa dan Bhabinkamtibmas untuk selanjutnya diteruskan ke Polsek Penebel.
Kapolsek Penebel AKP I Nyoman Artadana yang mendapatkan laporan langsung ke lokasi serta menghubungi BPBD Kabupaten. Ia memastikan Kejadian pohon tumbang ini adalah dampak dari cuaca buruk seperti curah hujan tinggi dan angin kencang.
“Pohon Beringin yang berdiameter kurang lebih 3 meter dengan tinggi sekitar 30 meter diperkirakan berusia 200 tahun,” ujarnya.
Selain itu, di tempat tersebut ada dua pohon beringin, berawal dari tumbangnya pohon yang berada di posisi sebelah timur, kemudian menimpa cabang pohon beringin yang disebelah barat selanjutnya menimpa tembok penyengker Pura Puseh Desa Adat Pagi di bagian utara sepanjang 5 meter.
”Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp 5 juta,” katanya.
Petugas dari Polsek Penebel ikut bersama warga melakukan pembersihan pohon tumbang. Selain itu, ikut juga anggota Koramil Penebel, pihak Kecamatan Penebel, serta BPBD Kabupaten Tabanan.
“Dari kejadian ini nihil ada korban jiwa,” ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3368 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1557 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 801 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan