Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Kapal China Terobos Wilayah Sengketa, Jepang Protes Keras
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jepang melayangkan nota protes diplomatik setelah kapal Angkatan Laut China menerobos wilayah yang disengketakan kedua negara pada hari ini, Senin (4/7).
Kementerian Pertahanan Jepang melaporkan bahwa kapal fregat China itu masuk wilayah kepulauan sengketa itu sekitar pukul 7.44 waktu setempat.
Kemenhan Jepang menyatakan bahwa "[Kapal China] terpantau memasuki kawasan perairan Jepang" di barat daya kepulauan yang dikuasai Negeri Sakura.
Menurut AFP, kawasan kepulauan tersebut dikenal dengan nama Senkaku di Jepang dan disebut sebagai Diaoyu oleh China. Berdasarkan klaim Jepang, China memasuki kawasan perairan yang berjarak 12 mil laut dari wilayah mereka.
"Kami menyampaikan kekhawatiran dan melayangkan protes kami ke China melalui jalur diplomatik, dan mendesak mereka untuk mencegah [insiden serupa] terulang," ujar wakil kepala sekretaris kabinet Jepang, Seiji Kihara.
Seiji menegaskan bahwa kepulauan itu "merupakan teritori Jepang dari sudut pandang sejarah kedua negara dan hukum internasional."
Tak hanya China, Rusia juga dilaporkan mengerahkan sejumlah kapal perangnya ke sekitar wilayah sengketa Jepang tersebut pada hari ini.
Meski demikian, Kemhan Jepang belum dapat mengonfirmasi kabar yang pertama kali disiarkan oleh kantor berita NHK tersebut.
Belakangan ini, armada militer China dan Rusia memang kerap membayangi wilayah Jepang. Pada Mei lalu, China dan Rusia menggelar latihan jet tempur di dekat kawasan Jepang.
Baca juga:
Produk RI Bebas Biaya Masuk ke UEA
China berdalih bahwa latihan itu merupakan bagian dari "rencana kerja sama militer tahunan" antara Beijing dan Moskow.
Meski jet-jet itu tak menerobos kawasan Jepang, Negeri Sakura menegaskan bahwa pergerakan itu "provokatif" mengingat saat itu Tokyo sedang menjadi tuan rumah pertemuan penting.
Pertemuan itu dihadiri para pemimpin blok Quad, yaitu Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan India.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4466 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2257 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1566 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1014 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 951 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun