Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Ada Lagi Bandar Kripto Bangkrut, Dana Rp 149 Triliun Terancam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Setelah sempat menghentikan penarikan, pemberi pinjaman kripto, Voyager Digital menyatakan bangkrut. Chief Executive Officer Stephen Ehrlich mengatakan keputusan ini salah satunya didorong karena masalah Three Arrow Capital.
"Volatilitas dan penularan yang berkepanjangan di pasar kripto selama beberapa bulan terakhir dan default Three Arrow Capital pada pinjaman dari anak perusahaan Voyager Digital LLC, mengharuskan kami mengambil tindakan yang tenang dan berhati-hati serta tegas," kata Ehrlich, dikutip dari Reuters, Rabu (6/7/2022).
Sebagai informasi, Voyager merupakan kreditur dari lindung nilai kripto Three Arrows Capital (3AC). Minggu lalu Voyager mengumumkan 3AC default karena gagal bayar atas pinjaman 15.250 Bitcoin (US$324 juta atau Rp 4,8 triliun) dan USDC senilai US$350 juta (Rp 5,2 triliun).
Sementara itu dalam pengajuan kebangkrutan Chapter 11 pada hari Selasa kemarin, Voyager memperkirakan memiliki 100 ribu kreditur serta US$1 miliar-US$10 miliar (Rp 14,9 triliun-Rp 149 triliun) aset. Perusahaan asal New Jersey memiliki kewajiban senilai yang sama.
Baca juga:
PPATK Blokir 60 Rekening ACT di 33 Bank
Pada Chapter 11, prosedur kebangkrutan menahan seluruh masalah litigasi perdata dan kemungkinan Voyager untuk mempersiapkan rencana turnaroud sambil tetap beroperasi.
Voyager mengatakan memiliki US$110 juta dan aset kripto. Yakni untuk membayar karyawan dan melanjutkan manfaat utama serta program pelanggan tertentu tanpa gangguan.
Baca juga:
10 Startup di Bali Ikuti
Kebangkrutan Voyager ini menambah panjang masalah yang diterima industri kripto beberapa waktu terakhir. Misalnya keruntuhan stablecoin TerraUSD pada bulan Mei, di mana kehilangan hampir seluruh nilainya.
3AC juga diketahui mengajukan kebangkrutan Chapter 15, memungkinkan debitur asing melindungi aset AS. Three Arrow merupakan salah satu investor profil tinggi yang terkena aksi jual tajam di pasar kripto dan dilikuidasi.
Celcius Network, perusahaan pemberi pinjaman kripto juga melakukan penghentian penarikan, pertukaran, dan transfer antar akun. (Sumber: CNBC Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 566 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 438 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan