Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Ada Lagi Bandar Kripto Bangkrut, Dana Rp 149 Triliun Terancam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Setelah sempat menghentikan penarikan, pemberi pinjaman kripto, Voyager Digital menyatakan bangkrut. Chief Executive Officer Stephen Ehrlich mengatakan keputusan ini salah satunya didorong karena masalah Three Arrow Capital.
"Volatilitas dan penularan yang berkepanjangan di pasar kripto selama beberapa bulan terakhir dan default Three Arrow Capital pada pinjaman dari anak perusahaan Voyager Digital LLC, mengharuskan kami mengambil tindakan yang tenang dan berhati-hati serta tegas," kata Ehrlich, dikutip dari Reuters, Rabu (6/7/2022).
Sebagai informasi, Voyager merupakan kreditur dari lindung nilai kripto Three Arrows Capital (3AC). Minggu lalu Voyager mengumumkan 3AC default karena gagal bayar atas pinjaman 15.250 Bitcoin (US$324 juta atau Rp 4,8 triliun) dan USDC senilai US$350 juta (Rp 5,2 triliun).
Sementara itu dalam pengajuan kebangkrutan Chapter 11 pada hari Selasa kemarin, Voyager memperkirakan memiliki 100 ribu kreditur serta US$1 miliar-US$10 miliar (Rp 14,9 triliun-Rp 149 triliun) aset. Perusahaan asal New Jersey memiliki kewajiban senilai yang sama.
Baca juga:
PPATK Blokir 60 Rekening ACT di 33 Bank
Pada Chapter 11, prosedur kebangkrutan menahan seluruh masalah litigasi perdata dan kemungkinan Voyager untuk mempersiapkan rencana turnaroud sambil tetap beroperasi.
Voyager mengatakan memiliki US$110 juta dan aset kripto. Yakni untuk membayar karyawan dan melanjutkan manfaat utama serta program pelanggan tertentu tanpa gangguan.
Baca juga:
10 Startup di Bali Ikuti
Kebangkrutan Voyager ini menambah panjang masalah yang diterima industri kripto beberapa waktu terakhir. Misalnya keruntuhan stablecoin TerraUSD pada bulan Mei, di mana kehilangan hampir seluruh nilainya.
3AC juga diketahui mengajukan kebangkrutan Chapter 15, memungkinkan debitur asing melindungi aset AS. Three Arrow merupakan salah satu investor profil tinggi yang terkena aksi jual tajam di pasar kripto dan dilikuidasi.
Celcius Network, perusahaan pemberi pinjaman kripto juga melakukan penghentian penarikan, pertukaran, dan transfer antar akun. (Sumber: CNBC Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 818 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 749 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 581 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 388 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 333 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun