Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ospek Poltekes, Senior Cekoki Mahasiswa Baru Miras

Rabu, 13 Juli 2022, 14:42 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Ospek Poltekes, Senior Cekoki Mahasiswa Baru Miras

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Sebanyak 12 mahasiswa baru Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar, Sulawesi Selatan, melaporkan aksi kekerasan yang dialami usai menjalani masa orientasi pengenalan kampus (Ospek) oleh sejumlah seniornya ke pihak kepolisian. Salah satu korban berinisial, MH menerangkan, bahwa dirinya bersama 11 orang rekannya dianiaya setelah menjalani prosesi Ospek oleh panitia pelaksana. Kemudian tiba-tiba diculik lalu digiring ke sebuah rumah kos.

"Pulang ospek lalu kami saat berada di depan gerbang kampus datang senior dan juga ada alumni langsung membawa kami ke sebuah rumah kost. Di situ kami dipaksa meminum minuman beralkohol, kalau tidak mau kami disiksa," kata MH, Rabu (13/7).

Para senior dan alumni itu, beber MH melakukan kekerasan dengan menampar dan mendapatkan pukulan secara berulang-ulang.

"Kami dipukul dan ditampar kalau tidak mau minum minuman beralkohol yang diberikan," jelasnya.

Aksi itu pun diketahui oleh para panitia sehingga belasan mahasiswa baru itu diantar pulang ke rumah masing-masing. Namun, salah satu orang tua korban tidak menerima kejadian itu, lalu membawa anaknya ke Polsek Rappocini untuk membuat laporan polisi.

Sementara itu, pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dengan mengamankan dan memeriksa tiga orang saksi.

"Iya ada laporan dari mahasiswa berinisial MH. Untuk sementara kita mengamankan tiga orang diduga pelaku penganiayaan oknum mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar. Mereka masih aktif," kata Panit 1 Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nasoetyon.

Meski demikian, kata Nasoetyon pihaknya masih menunggu hasil perkembangan pemeriksaan dari tiga mahasiswa yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap belasan mahasiswa baru itu.

"Namun, dalam hal ini kami menunggu penyidik apakah statusnya dinaikkan dari saksi ke tersangka," ungkapnya.(sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami