Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Kenapa Harus Istirahat Tiap 4 Jam Saat Mengemudi Jarak Jauh?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kegiatan mengemudi atau berkendara membutuhkan fokus, kesiapan fisik dan mental yang baik. Utamanya jika mengemudi jarak jauh. Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang suka bepergian ke luar kota menggunakan mobil pribadi. Artinya, pengemudi akan memegang setir berjam-jam lamanya.
Well, jika melakukan perjalanan jarak jauh seperti itu ada banyak hal yang patut diketahui. Salah satunya tentang waktu istirahat bagi pengemudi. Sehingga perjalanan tetap sesuai rencana, namun tidak mengabaikan keselamatan sampai tujuan. Ada aturan menyatakan bahwa kegiatan mengemudi mesti berhenti atau beristirahat setiap empat jam sekali.
Benarkah demikian?
Mengutip Mitsubishi Motors, ternyata benar. Dasarnya diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Pada pasal 90 ayat (3) disebutkan bahwa pengemudi kendaraan bermotor umum wajib istirahat selama setengah jam setelah berkendara selama empat jam berturut-turut.
Selain itu, pasal juga menyatakan waktu kerja maksimal pengemudi adalah delapan jam sehari, walau "dalam hal tertentu" bisa diperpanjang menjadi 12 jam dengan waktu istirahat selama sejam.
Hal ini pun dibenarkan Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi di Indonesia. Bahkan menurut pereli Nasional dengan reputasi internasional yang memiliki pusat pelatihan berkendara ini, ketika berkendara tanpa berhenti alias tidak dalam kondisi macet, maksimal hanya tiga jam, setelah itu disarankan untuk beristirahat.
"Kalau berkendara terus dan tidak berhenti, sebaiknya maksimal tiga jam. Tapi kalau berhenti alias dalam kondisi macet bisa sampai empat jam," jelas Rifat Sungkar, abang dari pereli Rizal Harsya Sungkar.
Rifat Sungkar juga mengatakan untuk bisa mengemudi tanpa henti selama 3 - 4 jam ini tentunya butuh fisik yang sehat dan fit agar bisa menikmati perjalanan aman dengan mobil.
Kondisi fisik pengemudi bisa mempengaruhi keselamatan penumpang karena jika tidak konsentrasi saat mengemudi akibat kondisi tubuh yang lelah bisa berakibat fatal. Ketika melakukan perjalanan jauh dengan mobil jangan berpikir untuk cepat sampai.
"Itu salah, kita harus berpikir selamat, bukan cepat sampai. Sepanjang perjalanan harus bisa menikmati proses berkendaranya," jelas ayah dua putra ini.
Itu sebabnya diharuskan setiap melakukan jalan jauh dengan mobil pribadi, wajib istirahat setiap empat jam sekali. Luangkan waktu 30 menit setelah berkendara selama empat jam agar stamina tetap terjaga hingga sampai di tujuan.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan