Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Cuaca Ekstrem, Stok Cabai dan Bawang Merah di Badung Langka
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kondisi cuaca tidak menentu akhir-akhir ini membuat ketersediaan cabai dan bawang merah menjadi langka yang berdampak pada harga jual di pasaran ikut melambung.
Kondisi tersebut dirasakan beberapa pedagang di pasar tradisional Desa Pakramaan Sempidi, Kwanji, Badung.
"Ya, cuaca ini tentu berdampak pada ketersedian stoknya," jelas, salah satu pedagang aneka olahan dasar bumbu dapur, Ni Made Rai Karniati di pasar setempat, belum lama ini.
Dalam kondisi harga yang masih tinggi, kata dia, tentu agak sulit menjual dalam jumlah banyak.
"Harga cabai saat ini Rp75 ribu per kilo. Sebelumnya, Rp50 ribu per kilo. Sedangkan bawang merah per kilo saat ini di harga Rp58 ribu, yang sebelumnya di Rp40 ribu per kilo," sebutnya.
Senada, pedagang lainnya, Dewa Ayu Sukmawati yang juga penjual aneka olahan dasar bumbu dapur mengakui memang pasokan cabai dan bawang merah memang terkendala. Hal tersebut, kata dia, disebabkan kondisi cuaca tidak menentu beberapa akhir ini.
"Memang harga akhirnya ikut terdampak. Harga cabai dan bawang merah sampai saat ini masih tinggi dan permintaan jadi sedikit menurun akhirnya," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2048 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun