Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ekspansi Bank BPD Bali melalui Kredit Produktif Capai 62,39 Persen, Kredit UMKM Tumbuh 14,52 Persen

Sokong PAD

Sabtu, 12 September 2026, 13:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi AI dok Bank BPD Bali/Ekspansi Bank BPD Bali melalui Kredit Produktif Capai 62,39 Persen, Kredit UMKM Tumbuh 14,52 Persen.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Bank BPD Bali memperkuat penyaluran kredit ke sektor produktif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah dinamika perekonomian daerah. Hingga Agustus 2026, porsi kredit produktif mencapai 62,39 persen dari total portofolio kredit perseroan.

Ekspansi kredit tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja keuangan Bank BPD Bali. Penyaluran kredit tidak hanya diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha masyarakat, tetapi juga dijalankan dengan memperhatikan kualitas aset dan prinsip kehati-hatian.

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H., mengatakan kepercayaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja perseroan.

“Kondisi fundamental keuangan Bank BPD Bali saat ini berada pada posisi yang sehat. Pencapaian ini tentu tidak lepas dari kepercayaan masyarakat Bali, serta kolaborasi erat bersama seluruh pemegang saham dan pemerintah daerah. Kami berkomitmen untuk terus menjaga likuiditas dan efisiensi, sekaligus memastikan penyaluran kredit produktif bisa tepat sasaran. Harapan kami, Bank BPD Bali dapat terus mendampingi roda ekonomi daerah, membantu membuka lapangan kerja, dan membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar I Nyoman Sudharma.

Berdasarkan laporan kinerja hingga Agustus 2026, aset Bank BPD Bali tumbuh 6,05 persen secara tahunan atau year-on-year (y-o-y) menjadi Rp44,16 triliun.

Modal inti juga meningkat 21,08 persen (y-o-y) menjadi Rp6,25 triliun. Kondisi tersebut membuat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 30,59 persen.

Dari sisi penyaluran, total kredit Bank BPD Bali tumbuh 7,03 persen (y-o-y) menjadi Rp26,20 triliun. Di dalamnya, kredit UMKM mencatat pertumbuhan 14,52 persen menjadi Rp14,15 triliun.

Porsi kredit produktif yang mencapai 62,39 persen menunjukkan arah penyaluran kredit Bank BPD Bali yang cukup besar berada pada pembiayaan sektor yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

Dukungan terhadap UMKM juga terlihat dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 26 Agustus 2026, KUR Bank BPD Bali telah terealisasi sebesar Rp1,61 triliun atau 89,26 persen dari target Rp1,80 triliun.

Penyaluran tersebut mencakup 2.378 rekening dengan tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sebesar 0 persen. Berdasarkan sektor, sekitar 70 persen penyaluran KUR diarahkan ke sektor produksi dan 30 persen untuk sektor nonproduksi.

KUR Kecil menjadi bagian terbesar dengan realisasi Rp1,34 triliun, terutama melalui Cabang Denpasar dan Tabanan. Sementara KUR Mikro mencapai Rp269,13 miliar dan KUR SUMI sebesar Rp480 juta.

Selain KUR, Bank BPD Bali mencatat realisasi Kredit Usaha dan Alat Pertanian (KUA) sebesar Rp4,65 miliar atau 56,71 persen dari target. Sementara Kredit Industri Padat Karya (KIPK) memiliki target penyaluran Rp9,51 miliar.

Untuk pembiayaan perumahan, Kredit Program Perumahan (KPP) telah terealisasi Rp176,90 miliar atau 59 persen dari target melalui 310 rekening. Realisasi tersebut terdiri dari KPP Supply sebesar Rp79,43 miliar dan KPP Demand Rp97,48 miliar.

Kinerja produk kredit khusus Bank BPD Bali juga tetap terjaga. Posisi Baki Debet kredit KUSUMA tercatat Rp1,44 triliun, sedangkan KUSUMA SARI mencapai Rp732,17 miliar.

Untuk penyaluran tahun berjalan, tingkat kelancaran kredit KUSUMA dan KUSUMA SARI tercatat dengan rata-rata NPL 0 persen. Baki Debet KUSUMA mencapai Rp415,90 miliar dan KUSUMA SARI Rp520,08 miliar.

Bank BPD Bali juga menyalurkan Kredit PMI/PPLN untuk mendukung pekerja migran. Realisasi tahun berjalan mencapai Rp375 juta kepada 11 pekerja migran, dengan NPL 0 persen.

Pertumbuhan kredit tersebut diimbangi pengelolaan risiko dan penjaminan asuransi. Secara keseluruhan, NPL Gross Bank BPD Bali berada di level 1,03 persen, sedangkan Loan at Risk (LaR) tercatat 3,30 persen.

Dari sisi profitabilitas, Bank BPD Bali membukukan laba Rp945 miliar hingga Agustus 2026 atau tumbuh 8,14 persen secara tahunan.

Dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 4 persen (y-o-y) menjadi Rp36,31 triliun. Dana murah masih mendominasi dengan rasio Current Account Savings Account (CASA) sebesar 66,47 persen.

Kondisi likuiditas bank tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 258,15 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 143,72 persen.

Bagi pemerintah daerah sebagai pemegang saham, kinerja bank daerah memiliki kaitan dengan potensi penerimaan melalui dividen. Karena itu, pertumbuhan kredit produktif dan UMKM menjadi salah satu bagian dari kinerja Bank BPD Bali dalam menjalankan fungsi intermediasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di daerah.

Bank BPD Bali menyatakan penyaluran kredit akan tetap dilakukan secara pruden dengan mempertimbangkan kemampuan debitur, kualitas aset, serta perkembangan kondisi ekonomi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: BPD Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami