Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Pencahayaan Jadi Bagian Penting Arsitektur Hunian Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perubahan gaya hidup turut memengaruhi cara masyarakat memilih pencahayaan untuk hunian maupun ruang komersial. Di Bali, kebutuhan tersebut memiliki karakter tersendiri karena desain bangunan banyak memadukan ruang dalam dan luar dengan unsur arsitektur serta budaya lokal.
Kondisi itu menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan layanan pencahayaan di Bali. Signify melalui brand Philips menghadirkan Philips Lighting Store di Atika Galeria, Denpasar, yang disebut menjadi gerai pertama di luar Pulau Jawa setelah sebelumnya hadir di Surabaya.
President Director Signify Commercial Indonesia, Dedy Bagus Pramono, mengatakan karakter arsitektur Bali menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebutuhan pencahayaan sebuah ruang.
"Karakter arsitektur Bali menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menghadirkan solusi pencahayaan yang tepat untuk setiap ruang. Kami melihat kebutuhan untuk menghadirkan pilihan pencahayaan yang lebih beragam, sehingga masyarakat dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan dan konsep ruang yang dimiliki. Melalui Philips Lighting Store, kami menyediakan berbagai solusi pencahayaan, mulai dari fungsional dan dekoratif hingga outdoor dan smart lighting, dimana arsitek, interior designer, kontraktor, maupun konsumen dapat melihat dan merasakan langsung berbagai pilihan solusi pencahayaan sebelum menentukan yang paling sesuai dengan kebutuhan ruang mereka,” jelas, Dedy Bagus Pramono, President Director, Signify Commercial Indonesia, Kamis (10/9/2026) di Denpasar.
Pencahayaan dalam sebuah bangunan tidak hanya berkaitan dengan tingkat terang atau gelap. Penempatan lampu, arah cahaya, hingga temperatur warna dapat memengaruhi suasana dan fungsi sebuah ruangan.
Kebutuhan tersebut semakin beragam di Bali karena rumah tinggal, vila, serta properti hospitality umumnya memiliki ruang dengan fungsi yang berbeda, termasuk area indoor dan outdoor.
Gerai pencahayaan yang dibuka di Denpasar tersebut menyediakan sekitar 200 pilihan dari kategori dekoratif, fungsional, dan smart lighting. Kehadiran berbagai kategori tersebut mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan pencahayaan pada hunian dan bangunan komersial.
Signify melihat perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat semakin memperhatikan fungsi ruang di dalam rumah, termasuk bagaimana pencahayaan mendukung aktivitas dan menciptakan suasana tertentu.
Perkembangan teknologi pencahayaan juga membuka pilihan baru dalam mengatur suasana dan fungsi ruang. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan karakter bangunan, kebutuhan pengguna, serta lingkungan sekitar.
Arsitek dan Founder Lumbung Architect, Andri Saputra, mengatakan pencahayaan sebaiknya dipertimbangkan sejak tahap awal perancangan ruang karena berkaitan dengan pengalaman seseorang ketika berada di dalam sebuah bangunan.
“Dalam desain sebuah ruang, pencahayaan bukan hanya elemen pelengkap, tetapi bagian dari bagaimana sebuah ruang dirasakan. Pemilihan intensitas, temperatur warna, dan arah cahaya dapat memengaruhi ambience sekaligus menonjolkan material dan detail arsitektur. Di Bali, kebutuhan ini menjadi semakin menarik karena desain ruang sangat erat dengan karakter lingkungan dan gaya hidup setempat. Kehadiran Philips Lighting Store Denpasar membantu arsitek, kontraktor, maupun homeowners mengeksplorasi berbagai kemungkinan tersebut secara lebih nyata, sehingga pilihan pencahayaan dapat dipertimbangkan sejak awal sebagai bagian dari keseluruhan desain ruang,” tutup Andri Saputra, Arsitek & Founder, Lumbung Architect.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3294 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 769 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 706 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman