Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
PD 3 Diramal Terjadi Antara Rusia vs China
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang Dunia III (PD 3) diprediksi dapat ditimbulkan dari gesekan antara China dan Rusia. Hal ini disampaikan oleh pakar militer sekaligus mantan Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Callahan.
Kepada media Inggris Express, Callahan mengatakan dalam sejarahnya ada sebuah wilayah Rusia yang sangat ingin dikuasai oleh China yakni Siberia. Pasalnya, Siberia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan sebelumnya pernah masuk dalam kekuasaan Dinasti Qing.
Baca juga:
Daftar Bursa Kripto Yang Sudah Bangkrut
Menurut Callahan, bila memang China meluncurkan serangan kepada Rusia, Moskow tak akan segan-segan untuk menembakkan senjata nuklirnya.
"Saya pikir Rusia tidak akan memiliki peluang melawan China tanpa menggunakan senjata nuklir. Terutama di daerah di mana mereka akan bertarung, yaitu Siberia. Rusia memiliki kemampuan yang sangat terbatas," ujar ahli yang saat ini menjadi dekan di New England College di AS, Selasa (12/7/2022).
Callahan menambahkan bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini dimana Rusia sedang bertempur melawan Ukraina, China bisa dengan mudah masuk kembali ke wilayah Siberia. Pasalnya, jarak antara Ukraina dan Siberia sangatlah jauh sehingga mobilisasi logistik tidak akan mudah.
"Katakanlah China menginvasi Siberia sekarang. Ada kemungkinan besar bahwa Rusia hanya akan memutar kunci dan meluncurkan nuklir," tambahnya.
"Karena mereka harus benar-benar melepaskan diri dari Ukraina, dan entah bagaimana, pada sistem logistik menyedihkan mereka yang berderit, membuat pasukan mereka keliling dunia untuk melawan China."
Dalam catatan sejarah, konflik antara China dan Uni Soviet terkait Siberia sendiri pernah terjadi pada 1969. Konflik itu terjadi di antara Provinsi Xinjiang milik China dan wilayah Siberia yang saat ini dikuasai Kazakhstan.
Meski begitu, saat ini sendiri hubungan antara Beijing dan Moskow masih terjalin dengan baik. Keduanya masih terus melakukan hubungan dagang meski Rusia saat ini jatuh dalam sanksi Barat.
Meski begitu, China belum pernah secara jelas mendukung aksi Rusia ke Ukraina. Sejauh ini, negara pimpinan Presiden Xi Jinping itu hanya menyuarakan penentangannya terhadap sanksi ekonomi yang diterapkan negara Barat atas Moskow.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5218 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3433 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2208 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 934 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan