Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 7 Mei 2026
PD 3 Diramal Terjadi Antara Rusia vs China
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang Dunia III (PD 3) diprediksi dapat ditimbulkan dari gesekan antara China dan Rusia. Hal ini disampaikan oleh pakar militer sekaligus mantan Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Callahan.
Kepada media Inggris Express, Callahan mengatakan dalam sejarahnya ada sebuah wilayah Rusia yang sangat ingin dikuasai oleh China yakni Siberia. Pasalnya, Siberia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan sebelumnya pernah masuk dalam kekuasaan Dinasti Qing.
Baca juga:
Daftar Bursa Kripto Yang Sudah Bangkrut
Menurut Callahan, bila memang China meluncurkan serangan kepada Rusia, Moskow tak akan segan-segan untuk menembakkan senjata nuklirnya.
"Saya pikir Rusia tidak akan memiliki peluang melawan China tanpa menggunakan senjata nuklir. Terutama di daerah di mana mereka akan bertarung, yaitu Siberia. Rusia memiliki kemampuan yang sangat terbatas," ujar ahli yang saat ini menjadi dekan di New England College di AS, Selasa (12/7/2022).
Callahan menambahkan bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini dimana Rusia sedang bertempur melawan Ukraina, China bisa dengan mudah masuk kembali ke wilayah Siberia. Pasalnya, jarak antara Ukraina dan Siberia sangatlah jauh sehingga mobilisasi logistik tidak akan mudah.
"Katakanlah China menginvasi Siberia sekarang. Ada kemungkinan besar bahwa Rusia hanya akan memutar kunci dan meluncurkan nuklir," tambahnya.
"Karena mereka harus benar-benar melepaskan diri dari Ukraina, dan entah bagaimana, pada sistem logistik menyedihkan mereka yang berderit, membuat pasukan mereka keliling dunia untuk melawan China."
Dalam catatan sejarah, konflik antara China dan Uni Soviet terkait Siberia sendiri pernah terjadi pada 1969. Konflik itu terjadi di antara Provinsi Xinjiang milik China dan wilayah Siberia yang saat ini dikuasai Kazakhstan.
Meski begitu, saat ini sendiri hubungan antara Beijing dan Moskow masih terjalin dengan baik. Keduanya masih terus melakukan hubungan dagang meski Rusia saat ini jatuh dalam sanksi Barat.
Meski begitu, China belum pernah secara jelas mendukung aksi Rusia ke Ukraina. Sejauh ini, negara pimpinan Presiden Xi Jinping itu hanya menyuarakan penentangannya terhadap sanksi ekonomi yang diterapkan negara Barat atas Moskow.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 716 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 659 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 485 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 466 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik