Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Dolar AS Makin Kuat, Harga Emas Kian Melorot
BERITABALI.COM, DUNIA.
Harga emas dunia merosot lebih dari 2 persen pada perdagangan hari Kamis mendekati level terendah satu tahun.
Pelemahan ini karena dolar memperpanjang reli tajamnya, sementara ekspektasi meningkat untuk kenaikan suku bunga yang tajam dari Federal Reserve.
Mengutip CNBC, Jumat (15/7/2022) harga emas di pasar spot anjlok 1,5 persen menjadi USD1.710,02 per ounce pada pukul 01.02 WIB, setelah jatuh lebih dari 2 persen di awal sesi, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup menyusut 1,7 persen menjadi USD1.705,8.
Dolar melesat ke level tertinggi 20 tahun, muncul sebagai aset safe-haven yang lebih disukai di tengah meningkatnya risiko ekonomi akhir-akhir ini, dengan mengorbankan emas.
"Dolar yang lebih kuat mendorong kejatuhan emas. Setelah data inflasi konsumen, trader meningkatkan ekspektasi mereka dari kenaikan suku bunga 75 bps menjadi kenaikan 100 bps," melemahkan emas, kata Philip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures di Chicago.
"Emas tidak akan melihat kebangkitan kecuali inflasi cukup memburuk untuk menghentikan kenaikan suku bunga atau jika bank sentral lain mulai agresif seperti The Fed, dan itu dapat melemahkan dolar," tambah Streible.
Meski dianggap sebagai lindung nilai inflasi, daya tarik emas cenderung meredup di tengah kenaikan suku bunga karena logam kuning tidak memberikan imbal hasil.
Membangun alasan untuk kenaikan suku bunga yang curam guna menjinakkan inflasi, data yang dirilis Rabu menunjukkan indeks harga konsumen tahunan Amerika melonjak, mencatat kenaikan inflasi tahunan terbesar dalam empat setengah dekade.
Sementara itu, Christopher Waller, anggota Dewan Gubernur The Fed, mengatakan "pasar mungkin telah melampaui diri mereka sendiri" dalam memperhitungkan kenaikan suku bunga 100 bps untuk periode Juli.
Klaim pengangguran mingguan Amerika meningkat untuk minggu kedua berturut-turut, menunjukkan pendinginan di pasar tenaga kerja.
Di pasar fisik, ekspor perhiasan emas terbesar kedua konsumen India ke UEA melonjak pada Mei.
Sementara itu harga perak di pasar spot tergelincir 4,2 persen menjadi USD18,38 per ounce, platinum jatuh 1,5 persen menjadi USD842,37, sementara paladium melorot hampir 3 persen menjadi USD1.915,63.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2304 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2232 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan