Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Pulang Dari Bali Turis Australia Wajib Buang Sepatu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Turis Australia diwajibkan membuang sepatu sehabis berlibur dari Bali, Indonesia. Apa alasannya?
Bali memang jadi destinasi liburan favorit bagi warga Australia. Tapi, sekarang siapa pun yang kembali dari Bali diminta untuk membuang sepatu sebelum memasuki negara itu.
Dilansir dari Australia News, kebijakan baru ini diterapkan karena adanya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang sapi di Indonesia. Ini menjadi serangkaian langkah keamanan baru di Australia.
"Kita tahu bahwa PMK belum pernah sedekat ini dengan negara kita sebelumnya. Kini PMK ada di depan pintu kami lagi," ujar Deputi Perdana Menteri New South Wales Paul Toole.
Apa kaitannya dengan sepatu?
Penyakit PMK pada sapi atau hewan ternak lain dapat menyebar melalui pupuk kandang. Artinya, ada risiko yang disebarkan lewat sepatu turis yang terkontaminasi di Bali.
Wabah PMK pernah terjadi di Australia, tapi sudah sangat lama hilang. Kalau kali ini Australia kena, makan wabah PMK ini adalah yang pertama dalam 130 tahun.
Jika ini terjadi maka pemerintah Australia harus melakukan pemusnahan massal hewan ternak. Aksi ini akan menelan biaya hingga USD 80 miliar dan menyedot APBN dalam satu tahun.
Oleh karena itu, Toole mendesak pelancong untuk mendukung langkah aman itu daripada menyesal nantinya. Ia bahkan memohon pada warga yang kembali dari Bali untuk meninggalkan sepatunya. (Sumber: travel.detik.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 938 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 775 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 592 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 551 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik