Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Alasan Keluarga Curiga Brigadir J Dibunuh di Magelang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Keluarga menyebut kemungkinan penembakan yang menewaskan Brigadir J terjadi di salah satu dari dua tempat kejadian perkara (TKP). Kuasa Hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menjelaskan dugaan lokasi pembunuhan pertama berada di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan lokasi kedua merupakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang terletak di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
"Kemungkinan besar antara Magelang itu alternatif pertama. Locus delicti yang kedua di rumah Kadiv Propam Polri atau rumah dinas," ujarnya kepada wartawan, Senin (18/7).
Magelang disebutnya bisa jadi TKP penembakan berdasarkan fakta bahwa Brigadir J sempat memberikan kabar kepada keluarga kalau ia ditugaskan mengawal atasannya di Magelang, Jumat (8/7) pagi, di hari yang sama sebelum ia tewas tertembak.
Akan tetapi, sekitar pukul 17.00 WIB, keluarga sudah tidak bisa lagi menghubungi Brigadir J melalui telepon ataupun pesan singkat WhatsApp. Bahkan, kata Kamaruddin, WhatsApp orang tua Brigadir J justru diblokir.
"Di WhatsApp ternyata sudah terblokir. Dengan terblokirnya nomor-nomor mereka, baik kepada ayahnya, ibunya, termasuk kakak adiknya, termasuk ke WhatsApp grup, maka mereka mulai gelisah," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan lokasi TKP kedua mengacu kepada pernyataan yang disampaikan oleh Polri bahwa Brigadir J tewas dalam aksi baku tembak dengan Bharada E di kediaman Irjen Ferdy Sambo.
"Alternatif kedua karena mayat ditemukan di situ berdasarkan hasil visum repertum Polres Jaksel di rumah Kadiv Propam Polri di Komplek Polri di Duren Tiga, Jaksel," jelasnya.
Hanya saja, dirinya tetap mempertanyakan alasan sesungguhnya kematian Brigadir J, apakah karena penembakan atau penyiksaan. Hal itu lantaran keluarga menemukan banyak luka dan sayatan di jasad Brigadir J.
"Jadi dengan banyaknya luka, maka kami sangat yakin ini pembunuhan berencana," kata Kamaruddin.
"Kenapa pembunuhan berencana? Karena penjelasan dari Karo Penmas Polri adalah tembak-menembak atau satu orang dengan menembak tujuh peluru yang menembakinya adalah sniper tapi tidak kena, tetapi yang tembak balik yang dari Bharada E tembakannya lima kali yang menghasilkan tujuh lubang ini ajaib. Harus diperiksa ini senjata apa ini," imbuhnya.
Brigadir J tewas dalam insiden saling tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Namun, peristiwa itu baru diungkap pada Senin (11/7).
Polisi mengklaim penembakan itu berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo. Kapolri telah membentuk tim khusus untuk mengusut insiden tersebut. Selain itu, Komnas HAM juga melakukan penyelidikan secara independen terhadap kasus itu.
Saat ini Sambo telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri. Kapolri mengatakan penonaktifan Sambo agar penyidikan kasus penembakan Brigadir J terlaksana dengan baik dan menghindari berbagai spekulasi publik.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8106 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5667 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2395 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan