Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
China Berang Rencana Ketua DPR AS ke Taiwan
BERITABALI.COM, DUNIA.
China mengancam bakal ambil tindakan tegas jika Ketua Parlemen Amerika Serikat Nancy Pelosi ngeyel tetap mengunjungi Taiwan pada Agustus 2022. Kunjungan itu dinilai akan sangat merusak kedaulatan dan integritas teritorial China.
"Jika pihak Amerika Serikat tetap berpegang pada rencana ini, China pasti akan mengambil tindakan tegas dan kuat untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas teritorialnya dengan tegas," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian di Beijing, Selasa (19/7).
"Amerika Serikat harus bertanggung jawab penuh untuk semua dampak yang disebabkan [kunjungan] ini," tuturnya seperti diberitakan Reuters.
Financial Times sebelumnya memberitakan kunjungan Pelosi ke Taiwan merupakan rangkaian tur di Asia. Selain Taipei, Pelosi dan delegasi akan mengunjungi Indonesia, Jepang, Malaysia dan Singapura.
Terpisah, Kementerian Luar Negeri Taiwan menanggapi kabar kunjungan Nancy Pelosi tersebut.
"[Kami] tak menerima informasi yang relevan [terkait kunjungan tersebut]," demikian pernyataan Kemlu Taiwan.
Sementara itu, kantor Pelosi dan Kementerian Luar Negeri AS juga tidak segera memberi komentar saat hendak dikonfirmasi mengenai kunjungan tersebut.
Namun, tiga sumber yang mengetahui lawatan tersebut mengatakan Gedung Putih telah menyatakan keprihatinan tentang perjalanan itu. Dua sumber menerangkan terdapat perpecahan dalam pemerintahan Amerika Serikat mengenai rencana Pelosi harus mengunjungi Taiwan atau tidak.
Beberapa pejabat malah membenarkan kunjungan Pelosi yang berlangsung April lalu, ketimbang menjawab pertanyaan terbaru.
Kabar lawatan Pelosi kali ini menambah kemarahan China terhadap AS. Sebelumnya, Beijing geram karena Washington menjual senjata senilai US$108 juta atau sekitar Rp1,6 triliun ke Taiwan.
China tak main-main dengan gertakan mereka. Beberapa waktu lalu Beijing melintasi garis tengah Selat Taiwan, tindakan yang dinilai sebagai provokasi. Insiden itu terjadi selama kunjungan Senator AS Rick Scott ke Taipei. AS dan China kerap berselisih berbagai isu. Mulai dari perdagangan, teknologi, hingga soal Taiwan.
China selalu menganggap pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya. Namun, Taiwan kukuh ingin memerdekakan diri. Ambisi menjadi negara sendiri semakin kentara saat Tsai Ing Wen menjadi presiden pada 2016. AS disebut mendukung wilayah ini merdeka.
Semakin keras keinginan itu, semakin sering China 'mengintimidasi' Taiwan. Mereka kerap mengirim pesawat tempur ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8117 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5669 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3545 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2396 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan