Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Ni Kadek Sri Dewi Pengusaha Koi Surati Jokowi Minta Keadilan
BERITABALI.COM, NTB.
Pengusaha ikan koi asal Desa Penimbung, Lombok Barat, Ni Kadek Sri Dewi Danayanti menyurati Presiden Jokowi.
Ia mengirim surat ke Presiden dengan maksud untuk menyampaikan keluh kesahnya sebagai masyarakat yang merasa tidak mendapat keadilan.
Direktur Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) FH Universitas Mataram (Unram), Joko Jumadi mengatakan, pengusaha tersebut resmi melayangkan surat ke Presiden secara pribadi.
“Hari ini akan disampaikan surat ke Presiden secara pribadi. Sementara isi dan alasan ibu Sri bersurat ini, hanya bentuk curhatan masyarakat kepada Kepala Negara saja,” kata Joko, Kamis (21/7).
Disisi lain kata Joko, pihaknya yang dari awal mendampingi pengusaha koi tersebut, sedang menyiapkan gugatan perdata (gugatan citizen law suit) terhadap Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara.
Gugatan citizen law suit atau dikenal juga sebagai gugatan warga negara atau gugatan action popularis adalah gugatan yang diajukan oleh perseorangan warga negara kepada negara atas nama kepentingan hukum, di mana penggugat sendiri, tidak perlu membuktikan secara riil mengalami kerugian.
“Gugatan perdata ini terhadap pembangunan Bendungan Meninting, semoga Agustus ini bisa masuk,” sambungnya.
Lebih jauh Joko mengatakan, alasan gugatan perdata tersebut dikarenakan adanya kerugian nyata yang dialami oleh pengusaha ikan koi itu.
“Selama ini BWS mengklaim bahwa bendungan tidak jebol karena belum jadi. Tetapi kami menilai, untuk bangunan bendungan harus ada temporary omberdam,” beber Joko.
Sementara sampai saat ini, warga yang terdampak dari kejadian itu sekitar 20 KK dari satu Desa. Namun diketahui dampak dari peristiwa itu lebih dari satu Desa.
Untuk diketahui, sebelumnya, pemilik Rinjani Koi Farm, Ni Kadek Sri Dewi melakukan aksi protes ke kantor BWS atas kejadian meluapnya air Sungai Meninting pada 17 Juni lalu.
Kejadian itu membuatnya merugi hingga miliaran rupiah, sehingga Dewi meminta pihak BWS sebagai penanggung jawab Bendungan Meninting mengambil sikap. Bahkan ia mendatangi kantor BWS dan melakukan aksi lempar bangkai ikan koi di depan kantor BWS.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2350 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan