Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Anti Mainstream, Penonton Konser di Aceh Pria Wanita Dipisah
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Belakangan ini, seorang warganet membagikan suasana ketika ia menonton konser musik pertama kali di Aceh dan merasa bingung karena penonton perempuan dan lelaki dipisah.
Video dibagikan akun TikTok u_b_a_y pada 20 Juli, pemilik akun tengah merekam suasana konser yang sedang didatanginya.
Konser yang digelar dalam event Bhayangkara Seulawah Expo 2022 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh tersebut tampak ramai dihadiri oleh banyak orang.
Hal yang menarik perhatian adalah penempatan penonton konser. Tak seperti penonton konser pada umumnya yang dicampur dan dibebaskan, konser yang digelar di Aceh ini memiliki sekat antara perempuan dan lelaki.
Tampak pagar besi yang memisahkan antara penonton perempuan dan lelaki yang berdiri menyaksikan konser tersebut.
"Ketika pertama kali nonton konser di Aceh, cewek cowok dipisah," tulis pemilik akun dalam keterangan pada videonya.
Tak disangka, banyak warganet lainnya yang justru setuju dengan peraturan menonton konser seperti itu.
Unggahan yang telah dilihat sebanyak lebih dari 1,9 juta penayangan dan disukai sebanyak lebih dari 168.600 kali oleh sesama pengguna TikTok itu pun menuai beragam komentar.
"Aku pertama yang setuju kalau gini," tulis akun @bqkws
"Lebih aman juga sih, mana kalau konser suka mepet-mepet kedorong. Menghindari risiko keinjak dan menghindari risiko pelecehan," ungkap @bukan_tanteee_lala
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 289 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 215 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 184 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun