Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
6 Prajurit Yonzipur Gianyar Disambut Usai Tugas di Papua
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Enam prajurit Yonzipur 18/YKR Gianyar pulang ke home base. Mereka telah merampungkan tugas dalam Satuan Tugas Aparat Teritorial (Satgas Apter) Kodim Persiapan wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan wilayah Kodam XVIII/Kasuari di Papua.
Usai menyelesaikan misi, mereka disambut melalui apel di lapangan Mayonzipur. Danyonzipur 18/YKR Mayor Czi. Damai Adi Setiawan, menyatakan tradisi penyambutan sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan.
“Sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kebanggaan personel terhadap satuannya,” ujarnya.
Pihaknya merasa bangga sebab untuk yang kesekian kalinya Yonzipur 18/YKR mendapatkan kepercayaan dari pimpinan TNI khususnya Kodam IX/Udayana dalam melaksanakan tugas operasi yang tergabung dalam Satuan Tugas Teritorial ini.
“Dengan selesainya penugasan ini patut kita syukuri, walaupun daerah penugasan memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi dan lokasi yang jauh dapat melaksanakan tugas ini dengan baik dan dapat kembali ke Satuan tercinta dengan aman dan selamat,” tegasnya.
Danyon juga mengucapkan selamat datang dan selamat tiba kembali di home base, disertai rasa bangga serta penghargaan setinggi-tingginya.
“Selamat berkumpul dengan keluarga dan segera ubah kembali mindset dengan penyesuaian sesuai aturan di home base,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 295 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 221 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 184 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun