Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 2 Agustus 2026
Opening Ceremony Liga 1 2022/2023 Dimeriahkan Tari Kecak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Opening ceremony Liga 1 2022/2023 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu (23/7/2022) berlangsung meriah. Berbagai acara menarik ditampilkan guna menghibur penonton yang hadir langsung di stadion.
Upacara pembukaan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air ini dimulai dengan penampilan pedangdut yang belum lama ini melangsungkan pernikahan, Via Vallen.
Selain band legendaris 90-an, Jamrud juga meramaikan acara tersebut. Suporter di stadion larut dalam tembang yang dibawakan band kenamaan itu.
Selain itu, ada fun football yang menarik buat disaksikan, di mana lima legenda Bali United bertanding menghadapi 50 bocah yang berasal dari akademi mereka.
Lima legenda tersebut adalah I Komang Mariawan, I Made Pasek Wijaya, Ida Bagus Mahayasa, I gusti Ngurah Agung Bayu Suta, I Made Kadek Wardana, dan Kadek Arel.
Adapun lima legenda Bali United itu harus menyerah dari 50 bocah dengan skor tipis 1-0.
Opening ceremony ditutup dengan tarian khas Bali, kecak. Di mana ada 360 penari menunjukkan keahliannya di atas lapangan.
360 penari ini jadi simbol jumlah pertandingan yang akan bergulir di Liga 1 2022/2022. Bendera 18 klub peserta pun dipampang mendampingi sang saka Merah Putih.
Setelah itu, digelar partai antara tuan rumah sekaligus juara bertahan Bali United vs Persija.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 323 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 252 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 211 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun