Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ni Nengah Widiasih, Atlet Para Games Penuh Prestasi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ni Nengah Widiasih atau biasa dipanggil Widiasih lahir dan besar di Karangasem, Bali pada lahir 12 Desember 1992. Ia adalah powerlifter Indonesia yang berkompetisi di Paralimpiade Musim Panas 2012, Paralimpiade Musim Panas 2016, dan Paralimpiade Musim Panas 2020.
Dia kehilangan penggunaan kakinya pada usia empat tahun dan mulai menggunakan kursi roda. Saat duduk di kelas enam, ia mulai tinggal di asrama yang dikelola oleh Yayasan Pembinaan Anak Cacat (Yayasan Pembinaan Anak Cacat).
Atas saran kakaknya, sesama atlet angkat besi I Gede Suantaka, Widiasih mengambil angkat besi. Dia mulai berlatih empat sampai lima kali seminggu.
Pada tahun 2008, ia memenangkan medali perunggu di ParaGames ASEAN di Nakhon Ratchasima, sedangkan tahun berikutnya ia menerima medali perak di Olimpiade di Kuala Lumpur. Ia juga berhasil meraih medali pada kompetisi tingkat nasional di Surakarta dan Bali. Dia berkompetisi di kelas 40 kilogram.
Widiasih berkompetisi di ASEAN ParaGames 2011, yang diadakan di Surakarta pada bulan Desember, setelah kelasnya hampir dipotong oleh wasit sebagai "tidak sah". Dia membuat rekor untuk kelas 40 kilogram, mengangkat 87 kilogram (191,8 pon) setelah gagal mengangkat 80 kilogram (176,4 pon) dalam upaya sebelumnya; rekor sebelumnya adalah 85 kilogram (187,4 pon). Upaya ini juga membuatnya mendapatkan medali emas.
Pada Februari 2012 ia memenangkan medali perunggu di Malaysia Open Powerlifting Championship di Kuala Lumpur. Kemudian lifter asal Bali ini meraih medali perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 dan perunggu pada Paralimpiade Rio de Janeiro 2016.
Terbaru Ni Nengah Widiasih akan mewakili Indonesia di ASEAN Para Games 2022 yang dilaksankan di Surakarta. Ia optimis menghadapi rival-rival dari kontingen lain, di antaranya Filipina dan Laos di kelas 45 kg putri.
"Saya tak tahu perkembangan mereka, karena tidak pernah bertemu sejak APG Malaysia 2017. Selain Filipina dan Laos, biasanya ada atlet Vietnam, namun dia absen kali ini. Tapi saya yakin bisa tampil terbaik pada APG nanti," jelas Ni Nengah Widiasih.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 844 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 772 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 744 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 377 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun