Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Gegara Ini, Jerman Terancam Kerusuhan Besar-Besaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Jerman terancam gelombang protes dalam jumlah besar. Ini disebabkan karena kenaikan harga makanan dan energi.
Diperkirakan, ekonomi Jerman juga akan mengalami kemunduran pada 2023 hingga 2024 karena pasokan energi tidak akan mampu memenuhi permintaan yang meningkat, terutama di musim dingin.
Harga gas di Jerman meningkat hampir empat kali lipat tahun ini, terutama karena aliran menyusut dari Rusia, pemasok utama benua itu.
Untuk itu, Jerman pun menolak seruan Uni Eropa untuk memboikot impor gas Rusia sebagai sanksi atas serangan militer Rusia ke Ukraina. Namun, raksasa gas Rusia, Gazprom di Jerman secara tidak terduga menarik diri dari negara ekonomi terbesar di Eropa tersebut.
Di Eropa, harga energi saat ini terus melonjak dan risiko geopolitik akan menambah penderitaan warga setempat untuk merogoh kocek lebih mahal.
Kondisi ini mendorong para pejabat di seluruh Jerman mengambil beberapa tindakan pencegahan, mulai dari membatasi suhu pemanasan maksimum di gedung-gedung publik hingga menciptakan "ruang pemanasan" untuk membantu mereka yang berjuang membayar tagihan pemanas mereka.
Baca juga:
80 Ribu Turis Terjebak di Pulau Hainan China
Menteri Dalam Negeri Saxony, Armin Schuster, juga mengatakan kepada ARD bahwa kementeriannya sedang mempersiapkan "berbagai skenario".
Dia menambahkan bahwa beberapa "kelompok, aktivis atau partai" mungkin berusaha "mengeksploitasi" situasi saat ini untuk tujuan sempit mereka sendiri.
Menurutnya, beberapa dari mereka yang "memobilisasi dan menghasut" orang telah menarik perhatian kementeriannya. Menurut media, Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck juga menghadapi kritik selama tur musim panasnya di seluruh Jerman dan pidatonya di kota Bayreuth di Bavaria "sangat terganggu" pekan lalu.
Para pengunjuk rasa, yang melakukan demonstrasi selama turnya dilaporkan menyerukan peluncuran pipa gas Nord Stream 2 untuk mengurangi krisis energi.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1072 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 896 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 817 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 536 Kali
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 428 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun