Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 21 September 2026
Mbak Rara Ngaku Berjuang Keras Agar Tidak Hujan di Istana
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pawang hujan di Sirkuit Mbak Rara ternyata sempat muncul dalam momen acara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2022 di Istana Merdeka.
Kehadirannya ini diunggah pada Instagram pribadinya @rara_cahayatarotindigo. Mbak Rara dalam postingan tersebut mengaku menjadi pawang hujan pada acara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.
"Atas izin Allah Tuhan yang maha penyayang. Tersenyum manis setelah bisa menggeser awan kelabu di bawah langit istana merdeka," kata Mbak Rara di Instagram pada Kamis (17/8/2022).
"Kita smua beruntung setelah 2 tahun pandemi Indonesia bisa menyelenggarakan upacara bendera secara langsung," sambungnya lagi.
Pawang hujan bernama Raden Rara Istiati ini mengaku berjuang keras supaya hujan tak terjadi di Istana Merdeka.
"Jadi aku Rara berani pawangin mau rela jalan mengikuti gerak awan dengan tanpa alas kaki agar bisa grounding energy meditatif secara sadar," ungkap Rara.
"Mengalirkan energy kundalini dari cakra dasar ke cakra mahkota. Jalan memutari istana sempat lewat veteran menuju Monas ternyata jauh tapi tak terasa karena hatiku niat," imbuhnya lagi.
Ia pun membagikan fotonya saat berada di Istana Merdeka sembari memegang peralatan disebutnya bisa mengendalikan hujan. (sumber:suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8106 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5667 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2395 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan